Gejala Penyakit Stenosis Pilorus

Gejala Penyakit Stenosis Pilorus -, Selamat datang di website resmi kami www.jamuwalatra.com yang mana merupakan situs mengenai tentang gejala dan penyebab adannya penyakit stenosis pilorus. Pada kesempatan kali ini, terlebih dahulu kami akan menjelaskan sekilas tentang Gejala Penyakit Stenosis Pilorus, yang mana penyakit ini biasanya muncul pada bayi, mari kita simak.

Gejala Penyakit stenosis Pilorus

gejala penyakit stenosis pilorus

Stenosis Pilorus adalah saluran yang membawa minuman dan makanan dari lambung ke duodenum (usus 12 jari), penyempitan ini yang terjadi dapat terus memburuk sehingga membuat minuman dan makanan dari lambung tidak bisa memasuki usus 12 jari. Keadaan inilah yang menyebabkan bayi mengalami muntah yang menyembur, turun berat badan, dehidrasi dan juga merasa lapar setiap saat. Penyakit ini hanya terjadi pada 2 hingga 3 bayi dari 1000 kelahiran, keluhan biasanya muncul saat bayi berusia 2 hingga 8 minggu akan tetapi bisa juga baru menimbulkan keluhan setelah bayi berusia 6 bulan.

Gejala Penyakit Stenosis Pilorus

Ada beberapa gejala penyakit stenosis pilorus yang muncul pada bayi, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Dehidrasi, ada beberapa tanda dehidrasi yang terjadi pada bayi yaitu menangis tanpa mengeluarkan air mata atau frekuensi buang air kecil berkurang, terlihat dari jarangnya ibu perlu mengganti popok
  • Kontraksi lambung, terlihat sebagai gerakan bergelombang (gerakan peristaltik) pada bagian perut atas setelah bayi minum susu, akan tetapi sebelum bayi muntah. Gerakan ini muncul karena otot lambung mencoba mendorong makanan melalui pilorus yang menyempit
  • Masalah berat badan, penyakit stenosis pilorus menyebabkan berat badan pada bayi yang sulit bertamabah bahkan ada juga yang kadang menyebabkan penurunan berat badan
  • Muntah setiap selesai diberi makan, awalnya bayi terlihat muntah biasa akan tetapi dengan semakin menyempitnya pilorus, muntahnya akan menyembur dengan kuat, terkadang muntah tersebut bercampur dengan darah.
  • Perubahan pola buang air besar, terhalangnya makanan ke usus bisa menyebabkan penurunan frekuensi buang air besar, perubahan bentuk feses dan juga konstipasi
  • Selalu merasa lapar, setelah muntah bayi akan merasa lapar kembali dengan memperlihatkan tanda-tanda ingin disusui.

Penyebab Penyakit Stenosis Pilorus

Selain dari gejala penyakit stenosis pilorus, ada juga dengan terjadinya penyakit stenosis pilorus ini karena penyempitan pilorus yang membuat lambung tidak bisa mengirim makanan ke usus, namun saja belum diketahui apa yang menyebabkan penyempitan tersebut. Para ahli juga menduga kondisi ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan genetik. Inilah beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko bayi mengalami stenosis pilorus, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Jenis kelamin, bayi laki-laki terutama pada kelahiran utama lebih beresiko mengalami stenosis pilorus di bandingkan bayi perempuan
  • Kelahiran prematur, stenosis pilorus lebih sering terjadi pada bayi yang terlahir prematur
  • Merokok di masa kehamilan, ibu yang merokok selama masa kehamilan juga bisa meningkatkan resiko stenosis pilorus pada bayi yang dilahirkannya
  • Penggunaan antibiotik, pemberian antibiotik pada bayi di usia awal kelahiran misalnya, ibu yang mengkonsumsi antibiotik pada akhir kehamilan atau mengobati penyakit batuk rejan dan membuat bayi beresiko untuk mengalami stenosis pilorus
  • Penggunaan botol susu, Ada beberapa studi membuktikan bahwa memberikan susu melalui botol lebih beresiko meningkatkan resiko stenosis pilorus dibandingkan dengan payudara ibu.
  • Ras, stenosis pilorus lebih sering terjadi pada ras kaukasian dari Eropa Utara dan juga diikuti oleh orang Afrika-Amerika. Penyakit ini jarang terjadi pada orang Asia.
  • Riwayat kesehatan keluarga, orang tua yang di masa kecilnya mengalami stenosis pilorus bisa menurunkan kondisinya yang sama pada bayi.

Pengobatan Stenosis Pilorus

pengobatan untuk bayi yang mengalami gejala penyakit stenosis pilorus yaitu melalui operasi pyloromyotomy, sebelum dilakukan penanganan operasi dokter akan mengatasi gangguan elektrolit dan dehidrasi pada bayi melalui pemberian cairan infus. Pada pyloromyotomy, dokter akan memotong lapisan luar otot pilorus yang menebal agar lapisan dalam otot pilorus menonjol keluar dan juga membuka saluran pilorus. Pyloromyotomy ini biasanya dilakukan dengan teknik laparoskopi atapun operasi lubang kunci, prosedur ini hanya akan membuat sayatan sebesar lubang kunci pada dinding perut untuk memasukkan alat yang di gunakan untuk memotong lapisan luar otot pilorus dengan teknik laparoskopi pemulihan pasca operasi bisa lebih cepat.

Operasi pada bayi penderita penyakit stenosis pilorus hanya saja di lakukan kurang dari satu jam, akan tetapi bayi akan melewati proses penyembuhan di rumah sakit selama 1-2 hari sebelum di izinkan untuk pulang. Selama beberapa jam kemudian setelah melakukan operasi, cairan nutrisinya akan diberikan melalui infus sampai bayi bisa menyusu kembali. Perlu di ingat kembali, bayi mungkin masih muntah hingga beberapa hari setelah melakukan operasi sampai lambung bekerja secara normal dan dokter juga akan memberikan obat untuk menahan rasa sakit yang biasa muncul setelah melakukan operasi

Pencegahan Stenosis Pilorus

Stenosis pilorus ini tidak perlu dapat dicegah melainkan dari faktor resiko lingkungan, seperti merokok saat hamil, bisa dihindari. Begitu juga dengan faktor resiko yang terkait penggunaan antibiotika saat hamil tua dan awal kelahiran bayi, tentunya juga dapat dihindari.

*sekian penjelasan yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini, sekilas tentang gejala penyakit stenosis pilorus dan semoga bermanfaat.

Tags: