Gejala Hiperpituitarisme

Gejala Hiperpituitarisme -, Selamat datang dan selamat berkunjung di website resmi kami www.jamuwalatra.com yang mana merupakan situs resmi yang mengenai tentang penyebab dan gejala adanya hiperpituitarisme. Pada kesempatan kali ini, terlebih dahulu kami akan menjelaskan sekaligus menginformasikan sekilas tentang gejala hiperpituitarisme. Untuk mengetahui lebih lanjut, mari kita simak penjelasan berikut ini.

Gejala Hiperpituitarisme

gejala hiperpituitarisme

Hiperpituitarisme adalah dimana kondisi yang terjadi akibat produksi hormon dari kelenjar hipofisis (pituitary) yang berlebihan, hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis memiliki sejumlah peran penting dalam mengatur fungsi tubuh seperti metabolisme, tekanan darah, pertumbuhan serta reproduksi.

Gejala Hiperpituitarisme

Produksi hormon pituitarisme yang berlebihan di dalam tubuh dapat memunculkan ragam kondisi. Berikut ini ada beberapa macam masalah kesehatan yang dapat terjadi akibat gejala hiperpituitarisme berserta indikasinya.

  • Akromegali, Jika terjadi pada anak-anak, akromegali ini akan menyebabkan gigantisme. Ada beberapa indikasinya meliputi tinggi badan yang mencapai 180 cm serta panjang tangan dan kaki yang jauh melebihi normal, sedangkan jika terjadi pada orang dewasa gejalanya meliputi :
  1. Disfungsi ereksi pada pria
  2. Kulit berubah menjadi berminyak, kasar dan tebal
  3. Meningkatnya resiko diabetes, hipertensi, serangan jantung dan beberapa jenis kanker
  4. Mentruasi tidak teratur pada wanita
  5. Perubahan bentuk wajah, misalnya ukuran hidung dan bibir yang melebihi normal
  6. Ukuran tangan dan kaki yang melebihi normal
  • Gigantisme(somatotropinoma), yang ditandai dengan:
  1. Kutil
  2. Obesitas
  3. Tinggi badan yang melebihi batas normal
  4. Ukuran kepala, tangan, serta kaki yang melebihi normal
  5. Wajah yang terlihat janggal, misalnya bibir dan hidung yang lebih besar dari ukuran normal
  • Hipertiroidisme, yang ditandai dengan :
  1. Gugup
  2. Kelelahan
  3. Otot yang lemas
  4. Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Prolaktinoma, yang ditandai dengan :
  1. Galaktorea yaitu keluarnya cairan putih susu dari puting yang tidak berhubungan dengan menyusui
  2. Gangguan fungsi reproduksi, misalnya disfungsi ereksi pada pria dan mandul pada wanita. Penderitanya juga akan mengalami penurunan gairah seks
  3. Gangguan penglihatan atau kebutaan
  • Sindrom cushing (kortikotropinoma), yang ditandai dengan :
  1. Jumlah rambut wajah yang berlebihan pada wanita
  2. Munculnya stretch mark berwarna merah muda atau ungu pada perut
  3. Penumpukan lemak pada tubuh bagian atas
  4. Rentan lebam
  5. Tulang yang rapuh sehingga mudah patah

Diagnosis Hiperpituitarisme

Langkah pertama, dokter akan menanyakan gejala serta riwayat kesehatan pasien. Pemeriksaan laboratorium kemudian akan dianjurkan untuk memastikan diagnosis, terdapat berbagai jenis tes yang akan dijalani oleh pasien diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Tes darah, guna mengetahui kadar hormone sekaligus menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit lain
  • Tes pencitraan, seperti X-ray serta MRI dan CAT scan melalui tes ini. Letak dan ukuran tumor akan diketahui.

Faktor Resiko Dan Penyebab Hiperpituitarisme

Tumor jinak merupakan penyebab utama dibalik hiperpituitarisme, meski demikian pemicu tumbuhnya tumor belum diketahui hingga saat ini. Kadar hormon yang akan terpengaruh tergantung pada jenis sel mana yang mengalami tumor atau keganasan (kanker). Para pakar juga menduga bahwa faktor keturunan turut andil sebagai pemicu kondisi ini.

Pengobatan Hiperpituitarisme

Dokter akan mendiskusikan metode penanganan yang tepat bagi pasien, langkah utama penanganan kondisi ini umumnya adalah sebagai berikut :

  • Obat-obatan, langkah ini dilakukan untuk memperkecil ukuran tumor sebelum operasi
  • Radiasi, metode ini biasanya dianjurkan bagi pasien yang tidak bisa menjalani operasi atau untuk memberantas sisa-sisa kanker yang tidak bisa diangkat dengan sama halnya ketika obat-obatan terbukti tidak efektif dalam menangani hiperpituitarisme
  • Operasi, guna mengangkat tumor yang tumbuh pada kelenjar pituitarisme, prosedur ini paling efektif dilakukan ketika tumor masih berukuran kecil yaitu dibawah 1 cm.

Sekian penjelasan yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini mengenai tentang gejala hiperpituitarisme, semoga bermanfaat.

Tags: