Cara Mengobati Tongue-tie (Ankyloglossia)

Cara Mengobati Tongue-tie (Ankyloglossia) – Selamat bergabung kembali bersama kami di www.jamuwalatra.com situs penyedia berbagai informasi menarik seputar dunia kesehatan dan penjualan obat herbal secara online terbesar dan terpercaya di Indonesia. Pada kesempatan kali ini kami akan menyajikan informasi mengenai cara mengobati tongue-tie (ankyloglossia) beserta penyebab dan gejalanya. Berikut kami sajikan informasinya untuk Anda.

Cara Mengobati Tongue-tie (Ankyloglossia) – Penyebab dan Gejalanya

Cara Mengobati Tongue-tie (Ankyloglossia)

Tongue-tie (ankyloglossia) merupakan suatu kelainan kongenital dimana lidah tidak leluasa bergerak karena frenulum lidah yang terlalu pendek. Frenulum lidah sendiri merupakan jaringan tipis dibawah lidah bagian tengah yang menghubungkan lidah dengan dasar mulut. Pada umumnya, kondisi ini terjadi pada bayi yang baru lahir, dan lebih sering dialami oleh bayi laki-laki di bandingkan dengan bayi perempuan.

Penyakit ini umumnya bisa mempengaruhi pola makan pada bayi yang menderitanya, mereka akan kesulitan menyusui dengan benar pada payudara ibu mereka. Kondisi ini juga dapat terjadi kepada para balita dan anak-anak yang lebih tua.

Apa Penyebab Tongue-tie (Ankyloglossia)?

Belum dapat diketahui secara pasti apa yang menyebabkan bayi baru lahir mengalami tongue-tie (Ankyloglossia). Namun menurut dugaan sementara, kondisi ini berkaitan dengan faktor genetik. Karena pada normalnya, frenulum lidah ini terpisah sebelum bayi lahir, Sedangkan jika bayi mengalami kondisi Tongue-tie, frenulum lidahnya akan tetap melekat dengan dasar mulut. Bayi laki-laki memiliki resiko lebih tinggi mengalami kondisi ini dibandingkan dengan bayi perempuan.

Tidak resiko yang diketahui menjadi penyebab seseorang mengalami kondisi ini. Namun berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli mereka menyebutkan bahwa angka kejadian tongue-tie 3,5 kali lebih tinggi terjadi pada bayi yang baru lahir dari ibu yang sering menggunakan kokain selama masa kehamilannya.

Apa Saja Gejala Tongue-tie (Ankyloglossia)

Pada umumnya bayi yang mengalami tongue-tie akan sangat kesulitan dalam menggerakan lidahnya ke atas atau dari sisi ke sisi, dan umumnya tidak bisa menjulurkan lidah melewati gigi depan.

Bayi yang menderita kondisi ini juga tidak bisa melakukan gerakan mengisap, sehingga akan berulang kali memasukan dan mengeluarkan puting payudara. Hal ini mengakibatkan proses menyusui menjadi lebih lama dari waktu normalnya dan bayi pun tidak akan mendapat asupan ASI yang cukup. Akibat dari kondisi ini yaitu bayi akan mengalami rasa lapar dan berat badannya pun akan sulit naik.

Kondisi ini tidak hanya dirasakan oleh bayi yang menderita kondisi ini, namun ibunya pun akan mengalami gejala berupa sakit pada puting payudara saat menuyusui dan umumnya akan terjadi peradangan pada payudara.

Jika Anda atau bayi Anda mengalami kondisi seperti yang kami sebutkan diatas, dan Anda merasa khawatir dengan kondisi tersebut. Konsultasikan ke dokter tentang berbagai gejala yang Anda atau bayi Anda alami.

Cara Mengobati Tongue-tie (Ankyloglossia)

Jika tongue-tie yang anak Anda alami masih dalam batas ringan, maka tidak perlu melakukan perawatan yang intensiv ke dokter, karena hal ini dapat diatasi secara alami seiring berjalannya waktu ketika bayi bertambah usia kondisi ini akan teratasi sendirinya.

Adapun untuk mengatasi tongue-tie (Ankyloglossia) yang kasusnya agak rumit, perlu dilakukan beberapa tindakan seperti:

  • Frenotomy (atau frenulectomy). Cara mengobati tongue-tie dalam kasus frenotomy adalah memotong frenulum dengan porsi tertipis agar lidah dapat bergerak bebas. Operasi ini dapat dilakukan jika ada masalah pengecapan saat balita sedang belajar berbicara. Jika operasi ini dilakukan pada anak-anak yang usianya lebih dari 6 minggu, maka operasi akan dilakukan dalam pengaturan rawat jalan dibawah anestesi lokal.
  • Frenuloplasty (atau frenectomy). Pada operasi ini dokter akan memotong dan membuang frenulum pasien. Kemudian dokter akan menutup lukanya dengan jaitan. Dokter akan melakukan operasai ini jika frenulum pasien tebal dan memiliki banyak pembuluh darah.

Jika operasi ini dilakukan pada bayi yang baru berumur beberapa bulan, maka dokter akan melakukan operasi tanpa abestesi (obat penghilang rasa sakit), atau dengan bius lokal yang mematikan lidah.

Komplikasi Tongue-tie (Ankyloglossia)

Pada umumnya kondisi tongue-tie ini dapat berpengaruh pada cara menelan, bicara dan makan, sehingga kondisi ini dapat menimbulkan beberapa komplikasi seperti berikut ini:

  • Kesulitan dalam bicara. Kondisi tongue-tie pada anak dapat menyebabkan mereka menjadi kesulitan dalam berbicara atau mengucapkan huruf-huruf tertentu.
  • Masalah saat menyusu. Bayi yang mengalami kondisi ini biasanya mengalami kesulitan dalam menysusu. Bukannya menghisap, tetapi bayi malah mengunyah puting payudara ibunya. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri pada payudara ibunya, dan juga akan membuat bayi kesulitan dalam mendapatkan asupan ASI.
  • Kondisi mulut yang tidak higenis. Tongue-tie juga bisa membuat lidah menjadi sulit membe rsihkan sisa makanan dari gigi. Sehingga kondisi ini dapat memicu terjadinya kerusakan gigi dan pembengkakan pada gusi.

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan menganai cara mengobati tongue-tie (Ankyloglossia) beserta penyebab dan gejalanya. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat bagi Anda. Terima Kasih.

Tags: