Cara Mengobati Sindrom Sjögren

Cara Mengobati Sindrom Sjögren– Selamat bergabung kembali bersama kami di www.jamuwalatra.com situs penyedia berbagai informasi menarik seputar dunia kesehatan dan penjualan obat herbal secara online terbesar dan terpercaya di Indonesia. Pada kesempatan kali ini kami akan menyajikan informasi mengenai cara mengobati sindrom sjögren beserta penyebab dan gejalanya. Berikut kami sajikan informasinya untuk Anda.

Cara Mengobatai Sindrom Sjögren – Penyebab dan Gejalanya

Cara Mengobati Sindrom Sjögren

Sindrom sjögren merupakan suatu kondisi dimana sistem kekebalan tubuh menyerang kelanjar penghasil cairan, seperti air mata (autoimun) dan kelenjar air liur. Penyakit Sindrom sjögren sendiri dibagi menjadi 2 kelompok yakni primer dan sekunder.

  • Sindrom sjögren primer :Penyakit ini muncul pada penderita tanpa diawali dengan kemunculan penyakit autoimun yang lain.
  • Sindrom sjögren sekunder :Penyakir ini muncul pada penderita yang sudah mengalami penyakit autoimun lainnya, seperti skleroderma, lupus, atau pada rheumatoid arthritis.

Pada umumnya penyakit ini dapat menyerang siapa saja dengan usia berapapun. Namun dari beberapa kasus yang terjadi, pasien yang terdiagnosis mengalami penyakit ini berumur lebih dari 40 tahun. Wanita umumnya lebih rentan beresiko mengalami penyakit ini dibandingkan dengan pria. Penyakit ini juga umum dialami oleh orang dengan penyakit autoimun tertentu misalnya rheumatoid atau lupus.

Apa Saja Gejala atau Tanda-tanda Sindrom Sjögren?

Sindrom sjögren pada umumnya akan menyerang kelenjar eksokrin yang menghasilkan cairan. Adapun gejala utama yang biasanya dirasakan oleh penderita adalah mata kering dan mulut kering (xerostomia). Kedua gejala tersebut dapat mengarah pada masalah kesehatan lainnya.

Berikut adalah beberapa gejala yang akan timbul saat terjadi mata kering:

  • Muncul perasaan tidak nyaman saat melihat sumber cahaya.
  • Pandangan menjadi kabur.
  • Perasaan terbakar dan gatal pada mata.
  • Kelopak mata terasa lengket pada saat bangun tidur.
  • Muncul perasaan kelilipan, seperti debu atau pasir yang masuk pada mata.
  • Mata terasa pedih, mengalami kemerahan, dan bengkak.

Sedangkan, berikut adalah gejala yang dapat muncul akibat mulut kering (xerostomia) seperti:

  • Lidah menjadi kemerahan
  • Bibir kering dan pecah-pecah
  • Suara parau
  • Sulit untuk menelan makanan
  • Terjadi perubahan rasa pada makanan akibat kemampuan mengecap pada lidah
  • Akan selalu membutuhkan minum saat makan, hal ini untuk membantu menelan makanan.
  • Lidah terasa tersangkut pada langit-langit.
  • Muncul permasalahan pada mult seperti, penyakit gusi, pembusukan pada gigi, dan sariawan.

Adapun gejala-gejala lainnya yang dapat muncul akibat sindrom sjögren adalah:

  • Vagina menjadi kering
  • Nyeri pada otot
  • Mengalami penyakit tiroid
  • Kaki dan tangan terasa kaku
  • Kulit menjadi kering dan terasa gatal
  • Batuk kering yangtidak kunjung sembuh
  • Muncul ruam setelah kulit terpapar sinar matahari
  • Terjadi pembengkakan kelenjar ludah
  • Muncul perasaan lelah dan letih yang sangat berat
  • Sendi terasa nyeri, kaku, dan mengalami pembengkakan

Apa Sebenarnya yang Menyebabkan Sindrom Sjögren?

Sindrom ini umumnya akan muncul ketika sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar air liur dan air mata, sehingga fungsinya akan berhenti bekerja. Hingga saat ini penyebab dari sindrom sjögren sendiri masih tidak jelas. Namun faktor genetik dan lingkungan dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ini.

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami sindrom sjögren, diantaranya:

  • Jenis kelamin : Umumnya wanita lebih beresiko mengalami penyakit ini.
  • Memiliki riwayat penyakit tertentu :Misalnya lupus atau rheumatoid arthritis.
  • Umur : Sindrom sjögren biasanya akan terdiagnosis pada orang yang berumur lebih dari 40 tahun.

Cara Mengobati Sindrom Sjögren

Pengobatan yang dilakukan pada sindrom sjögren biasanya akan disesuaikan dengan gejala yang timbul akibat penyakit ini. Pada gejala mata kering, biasanya dokter akan memberikan resep obat tetes mata. Sedangkan untuk mengatasi mulut kering, dokter akan meresepkan obat yang mampu meningkatkan produksi air liur.

Berikut adalah beberapa cara mengobati sindrom sjögren terkait dengan gejala yang dialaminya:

  • Obat Antiinflamasi Nonsteroid. Penggunaan obat ini dapat membantu meringankan gejala sindrom sjögren, terutama pada gejala nyeri sendi. Selain itu, nyeri sendi yang ditimbulkan oleh sindrom sjögren juga dapat diatasi dengan penggunaan obat nyeri sendi lainnya.
  • Pilocarpine. Obat ini akan diberikan dokter kepada penderita sindrom sjögren untuk merangsang aktivitas kelenjar ludah sehingga produksi ludah tetap terjaga dengan baik.
  • Methotrexate. Dapat membantu meringankan gejala yang terjadi pada sindrom sjögren dengan cara menekan kerja sistem imun sehingga gejala sindrom sjögren ini dapat berkurang.
  • Obat antijamur.Penderita sindrom sjögren sering kali akan mengalami gejala mulut kering akibat dari kurangnya produksi ludah. Hal ini dapat menyebabkan penderita sindrom sjögren rentan terhadap infeksi jamur dibagian mulut, terutama jamur Candida.
  • Hydroxychloroquine.Pada umumnya hydroxychloroquine adalah obat untuk malaria. Namun meskipun begitu, obat ini dapat diberikan kepada penderita sindrom sjögre untuk meringankan gejala nyeri sendi dan iritasi pada mata ringan.

Komplikasi Sindrom Sjögren

Berikut adalah beberapa komplikasi yang mungkin akan terjadi akibat penyakit sindrom sjögren, diantaranya:

  • Hipotiroidisme
  • Terjadi kerusakan pada mata dan kebutaan
  • Gigi berlubang
  • Fenomena raynaud
  • Gigi berlubang
  • Neuropati [erifer
  • Limfoma non-Hodgkin (jenis kanker getah bening)
  • Irritable bowel syndrome
  • Penyakit ginal, misalnya radang ginjal dan batu ginjal
  • Ruam lupus dan cacat jantung.

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan mengenai cara mengobati sindrom sjögren beserta penyebab dan gejalanya. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat bagi Anda. Terima Kasih.

Tags: