Cara Mengobati Hiperemesis Gravidarum

Cara mengobati hiperemesis gravidarum – Selamat datang dan selamat berkunjung di website resmi kami www.jamuwalatra.com yang mana merupakan situs resmi yang selalu memberikan informasi mengenai kesehatan. Pada kesempatan kali ini, terlebih dahulu kami akan menginformasikan sekaligus menjelaskan mengenai tentang Cara mengobati hiperemesis gravidarum. Untuk mengetahui lebih lanjut, mari kita simak penjelasan berikut ini.

Cara Mengobati Hiperemesis Gravidarum

Cara mengobati hiperemesis gravidarum – Hiperemesis gravidarum merupakan mual dan muntah di masa kehamilan dengan frekuensi bahkan gejala yang jauh lebih parah dari pada morning sickness, pada morning sickness ini mual dan muntah biasanya hanya berlangsung dalam 14 minggu pertama periode kehamilan dan juga umumnya di alami di pagi hari. Akan tetapi, pada kasus hiperemesis gravidarum ini mual dan muntah dapat terus berlangsung lebih dari 14 minggu serta sampai bayi lahir. Dengan gejalanya pun dapat muncul sepanjang hari dan bukan di pagi hari saja, tercatat ada beberapa penderita hiperemesis gravidarum yang mengalami mual sampai 50 kali dalam sehari.

Hiperemesis gravidarum tidak boleh di abaikan, harus di tangani secara medis. Selain dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, dengan kondisi ini bisa berpengaruh buruk pada kesehatan psikologis dan fisik penderita bahkan pertumbuhan bayi di dalam kandungan.

Penyebab Hiperemesis Gravidarum

Di perkirakan sekitar 1 sampai 3% wanita hamil menderita hiperemesis gravidarum, para ahli sampai kini belum dapat mengetahui secara pasti penyebab dari hiperemesis gravidarum. Walau perubahan hormon seperti human chorionic gonadotropin (HCG) atau hormon glikoprotein dalam darah kerap menjadi alasan utamanya, ada beberapa hal yang di yakini oleh para ahli yang berkaitan erat dengan kemunculan hiperemesis gravidarum di antaranya :

  • Menderita mola hidatidosa (hamil anggur)
  • Mengandung anak perempuan atau anak kembar
  • Pernah mengalami hiperemesis gravidarum di kehamilan sebelumnya
  • Mempunyai keluarga dekat misalnya adik, kakak atau ibu yang pernah menderita hiperemesis gravidarum.

Gejala Hiperemesis Gravidarum

Ada beberapa gejala dari hiperemesis gravidarum, yakni :

  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Jantung berdebar
  • Sangat sensitif terhadap aroma
  • Sulit menelan minuman atau makanan
  • Mengeluarkan air liur secara berlebihan
  • Mual dan muntah parah secara berkepanjangan.

Apabila di abaikan atau tidak di tangani secara baik, maka gejala hiperemesis gravidarum ini dapat memburuk juga beresiko tinggi dan menyebabkan komplikasi seperti :

  • Dehidrasi
  • Konstipasi
  • Berat badan menurun
  • Berat badan bayi rendah
  • Hipotensi atau tekanan darah rendah
  • Deep vein thrombosis (DVT) atau penggumpalan darah di dalam pembuluh vena
  • Ketosis atau peningkatan kadar asam keton yang bersifat toksik di dalam darah dan urine

Selain berdampak pada fisik, namun gejala hiperemesis gravidarum ini bisa mengarah pada masalah lainnya seperti di bawah ini :

  • Masalah psikologis seperti putus asa, cemas, bingung bahkan stres
  • Menurunnya kualitas hidup penderita akibat aktivitas sehari-hari yang terganggu, baik di dalam kehidupan keluarga, pekerjaan ataupun sosial.

Pengobatan Hiperemesis Gravidarum

Dengan pengobatan gejala hiperemesis gravidarum, harus di lakukan sedini mungkin supaya hasilnya efektif. Oleh karena itu, di sarankan untuk segera ke rumah sakit atau menemui dokter apabila merasakan mual dan muntah yang berkepanjangan. Apabila gejala hiperemesis gravidarum ini belum terlalu parah, kemungkinan dokter akan meresepkan obat seperti berikut ini :

  • Obat antiemitik atau antimual
  • Vitamin B6 dan B12
  • Obat-obatan steroid

Selain dengan obat, ada beberapa hal yang dapat di lakukan untuk meringankan gejala dari hiperemesis gravidarum di antaranya adalah sebagai berikut ini :

  • Banyak istirahat dan kurangi gerak
  • Menggunakan pakaian longgar
  • Minum air jahe saat merasa mual
  • Mengkonsumsi kudapan kering misalnya biskuit secara berkala
  • Mengkonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi namun rendah lemak.
  • Menghindarkan diri dari aroma, suara bising dan kedipan cahaya berlebih yang bisa memicul mual.

Sekian penjelasan yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini mengenai tentang Cara mengobati hiperemesis gravidarum dan terima kasih yang telah berkunjung ke situs resmi kami, semoga bermanfaat dan semoga membantu penyembuhan dalam penyakit yang di alaminya khususnya untuk penyakit hiperemesis gravidarum.

Tags: