Cara Mengobati Dystonia

Cara Mengobati Dystonia-, Selamat berkunjung kembali di situs www.jamuwalatra.comyang merupakan website resmi penyedia informasi kesehatan, kecantikan dan pengobatan berbagai jenis penyakit. Adapun pada kesempatan ini, kami akan memberikan informasi terkait cara mengobati dystonia, gejala dan peyebabnya. Lalu apa itu dystonia ? Simak ulasanya berikut ini.

Cara Mengobati Dystonia, Gejala dan Penyebabnya

cara mengobati dystonia

Dystonia adalah gangguan pergerakan dimana otot seseorang berkontraksi tidak terkendali. Gerakan berulang-ulang ini menyebabkan penderita dystonia memiliki postur tubuh yang tidak normal dan terkadang mengalami gemetar (tremor). Dystonia dapat memengaruhi satu otot, kelompok otot atau bahkan seluruh tubuh.

Apa penyebab dystonia ?

Meski belum diketahui secara pasti, namun para peneliti menyebutkan bahwa dystonia disebabkan oleh mutasi genetik atau keturunan dan biasanya terjadi saat usia masih belia dan ini merupakan penyebab dystonia primer.

Berdasarkan dua penyebab diatas, dystonia dibagi dalam dua kategori. Yaitu dystonia primer dan dystonia sekunder. Dystonia sekunder terjadi akibat adanya berbagai kondisi penyebab seperti ;

  • Gangguan pada sistem saraf seperti penyakit parkinson dan sklerosis ganda.
  • Adanya gangguan pada otak seperti kelumpuhan otak, tumor otak atau stroke.
  • Infeksi HIV atau radang otak.
  • Jenis obat-obatan tertentu seperti antipsikosa atau obat kejang.
  • Penyakit Wilson’s, Huntington’s dan
  • Trauma atau adanya cedera yang menyerang tulang tengkorak atau tulang belakang.

Apakah ciri-ciri gajala dystonia ?

Gejala dystonia berbeda bedatergantung dari jenisnya. Dytonia dapat terjadi pada anak-anak dan remaja disebut dengan dystonia onset dini, ditandai dengan gejala seperti ;

  • Kram otot, postur tubuh bengkok, kaki dan tangan menekuk ke arah dalam dan kejang (dystonia generalisasi).
  • Cara berjalan kaku, telapak kaki bisa menekuk ke atas atau keluar (dytonia dopa-responsive) biasanya menyerang kelompok usia 6 – 16 tahun.
  • Hentakan tiba-tiba (dystonia myoclonus), biasanya menyerang lengan, leher dan pundak.
  • Gerakan kejang mendadak (dystonia paroxysmal).

Adapun beberapa gejala dystonia onset lambat yang muncul pada usia dewasa seperti ;

  • Kontraksi di leher yang menyebabkan leher berputar ke atas (mendongak), ke bawah (menunduk) dan ke samping atau disebut dengan dysrtonia yang menyerang 1 bagian tubuh (dystonia servikal).
  • Mata berkedip-kedip bahkan akan terpejam secara tidak sadar (blefarospasme).
  • Tremor pada otot lengan dan pergelangan tangan (kram penulis).
  • Pita suara menjadi kaku (dystonia laring).
  • Meringis, bibir mengerut, rahang terbuka dan tertutup secara berulang-ulang (dystonia oromandibular).
  • Kedutan berulang-ulang pada satu sisi wajah, biasanya pada bagian mata atau mulut (kejang hemifasial).

Cara mengobati dystonia

Pada umumnya, dystonia tidak bisa disembuhkan. Namun pengobatan dilakukan unuk mengurangi frekuensi kemunculan gejalanya dengan beberapa cara mengobati dystonia seperti ;

  • Obat obatan seperti levodopauntuk mengontrol gerakan motorik dan juga bisa diberikan pada penderita penyakit parkinson, obat antikolinergik(ntuk menghambat kimia asetilkolin penyebab kejang otot) balcopen(untuk mengontrol kejang dan juga bisa diberikan pada penderita lumpuh otak atau skelerosis ganda), diazepam(untuk menimbulkan efek relaksasi), tetrabenazine(untuk menghambat dopamin), dan clonazepam(untuk mengurangi gejala pergerakan otot yang berlebihan).
  • Suntikan Botox untuk menghambat senyawa-senyawa penyebab kekakuan/spasme otot sehingga tidak mencapai target otot sasaran.
  • Fisioterapi, untuk meregangkan otot dan meredakan nyeri otot, terapi bicara, terapi sensorik untuk mengurangi kontraksi otot.
  • Operasi stimulasi otak dan operasi denervasi selektif untuk menghambat gejala dystonia dan menghentikan gejala dystonia secara permanen.

Demikianlah yang dapat kami sampaikan terkait cara mengobati dystonia, gejala dan penyebabnya. Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat bagi anda. Jangan lupa untuk bagikan di media sosial anda untuk berbagi informasi dengan yang lainya.

Tags: