Cara Mengatasi Vulvitis, Penyebab dan Gejalanya Pada Wanita

Cara Mengatasi Vulvitis Penyebab dan Gejalanya Pada Wanita harus diketahui, karena menjaga dan merawat kesehatan kewanitaan merupakan hal terpenting. Jika tidak melakukan perhatian dan perawatan yang lebih, area kewanitaan seringkali menimbulkan masalah dan rentan terkena virus dan bakteri yang menyebabkan penyakit salahsatunya adalah Vulvitis.

Selamat datang di website resmi kami www.jamuwalatra.com yang mana merupakan website resmi penyedia informasi kesehatan dan cara mengobatinya, pada kesempatan ini kami akan membahas mengenai cara mengatasi vulvitis lengkap dengan gejala dan penyebabnya. Lantas apa anda tau apa itu vulvitis ?

Cara Mengatasi Vulvitis Pada Wanita, Gejala dan PenyebabnyaPenyakit Vulvitis dan Cara Mengatasi Vulvitis

Vulvitis terjadi karena adanya peradangan atau infeksi vulva atau organ intim bagian luar. Vulva merupakan lipatan kulit yang berada dibagian luar dan terdiri dari dua labia (bibir) mayora, dua labia minora dan klitoris. Oleh orang awam, vulvitis dan vaginitis seringkali diartikan penyakit yang sama. Namun pada kenyataanya vulvitis berbeda dengan vaginitis yang terjadi karena peradangan dan infeksi pada vagina, sedangkan vulvitis merupakan peradangan pada vagina bagian luar.

Anak perempuan pada masa pubertas dan wanita pascamenopause beresiko lebih tinggi mengalami vulvitis. Karena dalam usia tersebut wanita cenderung memiliki kadar hormon estrogen yang rendah sehingga jaringan vulva menjadi kering dan tipis. Lalu apa penyebab wanita mengalami Vulvitis ? Berikut ini adalah penjelasanya

Penyevab Penyakit Vulvitis

Peradangan pada vulva (vulvitis) disebabkan oleh beberapa kondisi, diantaranya :

  • Infeksi jamur, bakteri, virus seperti herpes genital, kutil kelamin karena HPV (Human Papillomavirus), atau kutu seperti kudis, kutu kemaluan dan skabies.
  • Penyakit menular seksual.
  • Iritasi oleh beberapa produk rumah tangga seperti tisu toilet, pembalut wanita, sabun, shampo, farfum, deodoran, bedak, semprotan organ intim, spermisidia serta pakaian dalam yang berbahan kasar.
  • Penyakit Kulit seperti psoriasis, lichen planus, dan lichen sclerosus.
  • Hormon estrogen rendah seperti saat menopause
  • Vulvodynia, seseorang yang sering mengalami rasa tidak nyaman, nyeri, sensasi terbakar kronis pada area vagina dan vulva tanpa penyebab yang jelas.
  • Kanker Vulva, yang terjadi pada wanita yang berusia di atas 60 tahun. Dengan tanda awal adanya benjolan atau luka pada vulva.

Gejala Vulvitis Pada Wanita

Vulvitis menimbulkan gejala yang berbeda pada setiap orang, tergantung pada penyebabnya, berikut ini adalah gejala yang paling umum dirasakan :

  • Keputihan
  • Rasa sangat gatal di alat kelamin, terutama pada malam hari
  • Rasa seperti terbakar dan kulit pecah-pecah di sekitar vulva
  • Kulit bersisik dan area putih yang menebal di vulva
  • Bengkak dan merah di labia dan vulva
  • Benjolan berisi cairan (blister) pada vulva

Cara Mengatasi Vulvitis

Pengobatan Medis

Pengobatan Vulvitis akan ditentukan oleh dokter, tindakan pengobatan akan ditentukan berdasarkan sejarah medis dan tingkat keparahan penyakit. Jika terinfeksi karena bakteri, pemberian antibiotik akan diberikan berdasarkan petunjuk dari dokter, dan jika disebabkan karena jamur maka akan diberikan pengobatan untuk mengatasi jamur penyebab infeksi.

Dokter juga akan menyarankan pemakaian krim, pessarium atau tablet yang mengandung hormon estrogen, jika vulvitis ini disebabkan oleh kadar hormon estrogen yang rendah.

Pengobatan Alami

  • Menggunakan Bawang Putih. Kandungan antiseptik dan antibakteri ringan pada bawang putih membantu mengobati peradangan pada vulvitis, selain itu juga dapat mengobati infeksi dan bakteri ataupun ragi yang bisa menyebabkan peradangan pada vagina. Selain itu bawang putih juga dapat membantu tubuh melawan infeksi.
  • Menggunakan Chamomile (Kamomil). dapat mengatasi radang vagina yang bersifat menenangkan dan mengurangi pembengkakan dan rasa nyeri, sensasi terbakar dan gatal gatal
  • Menggunakan Tea Tree Oil. membantu meringankan gejala radang vagina atau vulvitis yang mengandung senyawa antibakteri dan antijamur alami yang bisa membantu mengobati infeksi dan mengurangi bau vagina.
  • Menggunakan Cuka Sari Apel. Dapat membantu mengatur pH vagina yang sesuai dan seimbang, dan bisa mengontrol infeksi ragi atau bakteri.

Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat membantu mencegah dan meredakan gejala vulvitis :

  • Hindari penggunaan sabun pencuci vagina
  • Hindari penggunaan celana yang ketat
  • Hidari penggunaan douche
  • Bersihkan daerah genital dengan baik
  • Pakailah pakaian dalam katun, sehingga sirkulasi udara baik dan tidak lembab
  • Gunakan kondom saat berhubungan seksual untuk mencegah infeksi yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual.

Vulvitis memang bukanlah penyakit yang mematikan, namun akan berakibat fatal jika dibiarkan dan tidak mendapatkan penanganan. Seperti halnya akan bermasalah pada kesuburan, rentan terinfeksi penyakit menular seksual seperti klamidia dan HIV. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan anda, jika anda rasa ini membantu silahkan untuk berbagi dengan cara share artikel ini di sosial media anda untuk membantu membangun website ini tetap update.

Tags: