Cara Mengatasi Vaginitis – Gejala dan Penyebabnya

Cara Mengatasi Vaginitis -, Seorang wanita memang memiliki daerah yang paling sensitif,daerah itu sangat rentan untuk terkena berbagai macam bakteri,salah satunya bakteri yang dapat menyebabkan penyakit vaginitis. Vaginitis merupakan jenis penyakit yang menyerang daerah kewanitaan yang di sebabkan oleh bakteri.

Selamat datang di  www.jamuwalatra.com  yang merupakan situs resmi ,yang akan menginformasikan seputaran kesehatan. Adapun pada kesempatan saat ini kami akan mamparkan tentang cara mengatasi vaginitis.

cara mengatasi vaginitis

Cara Mengatasi Vaginitis

Cara Mengatasi Vaginitis -, Vaginitis merupakan salah satu peradang yang terjadi pada vagina. Ada Kelompok Heterogen yang akan menganggu vagina,kelompok itu merupakan bakteri. Saat heterogen menyerang vagina,seketika akan mengakibatkan infeksi dan peradangan. Gejala yang akan dialami vaginitis yaitu timbulnya keputihan yang berlebih,bau yang sangat menyengat di daerah vagina,serta terjadinya gatal-gatal yang akan mengakibatkan ketidaknyamanan apabila sedang melakukan aktivitas. Dapat disimpulkan bahwa vaginitis adalah suatu peradangan pada lapisan vagina,yang mengakibatkan ketidaknyamanan dalam beraktivitas.

Gejala Vaginitis

Vaginitis juga di tandai dengan beberapa gejala yang diantanya :

Bakterialis Vaginosis gejalanya meliputi :

  • Sebagian penderita yang diagnosis vaginitis,tidak menimbulakan gejala apapun. Namun saat dilakukan pemeriksaan cairan vaguna secara mikroskopis dapat di temukan bakteri anaerob.
  • Bau amis yang tidak sedap saat berhubungan intim serta menstruasi
  • Cairan vagina yang berwarna keabu-abuan menjadi penanda terjadinya peradangan pada vagina.
  • Gatal pada daerah kemaluan serta nyeri dan kemerahan pada kemaluan

Trikomoniasais Menimbulkan gejala seperti :

  • Tidak menimbulkan gejala apapun
  • Bau busuk yang tidak enak di cium
  • Cairan vagina berbusa dan disertai iritsi pada kemaluan
  • Timbulnya nyeri saat melakukan hubungan intim

Kandidiasis vulvovaginal yang menimbulkan gejala seperti :

  • Kemaluan tersa gatal dan terbakar
  • Keputihan yang terkadang seperti keju

Vaginitis atrofi Menimbulkan gejala,seperti :

  • Vagina Kering
  • Nyeri pada area vagina
  • Nyeri saat berhubungan intim
  • Kemaluan terasa gatal dan terbakar

Penyebab Vaginitis

  • Bacterialis Vaginosis merupakan terjadinya pertumbuhan yang berlebihan dari bakteri tertentu,sehingga dapat mengganggu keseimbangan alami bakteri dalam vagina. Pada wanita dalam masa subur dapat menjadi penyebab sering terjadinya peradangan pada vagina. Ketika kondisi vagina sehat,akan terdapat berupa bakteri lactobacillus yang merupakan bunga (floral) normal pada vagina. Namun apabila terjadi penurunan jumlah bakteri lactobacillus dan meningkatnya bakteri anaerob,maka akan menyebabkan terjadinya bacterialis vaginosis
  • Trikomoniasis Merupakan infeksi yang terjadi akibat pararis yang bernama Trichomonas vaginalis. Penyakit ini merupakan penyakit penulas seksual yang dapat dengan mudah ditularkan kepada orang lain melalui hubungan seksual. Faktor penyebabnya bakteri ini yaitu merokok,berganti-ganti pasangan,hubungan seksual tanpa pengaman.
  • Kandidiasi vilvavagina merupakan infeksi yang disebabkan oleh jamur Candida. Pada umunya penderita akan mengalami keputihan seperti kepala susu yang disertai denganrasa gatal dan terbakar di area vagina. Penderita juga akan memiliki faktor resiko seperti diabetes,hal ini dikarenakan penderita terlalu sering membilas daerah vagina dengan menggunakan sabun yang tentunya akan mengganggu keseimbangan floral vagina.
  • Vaginitis atrofi terjadi pada wanita yang mengahasilkan esterogen sebelum mengalami meopause,esterogen ini akan membantu menjaga kulit vagina tetap sehat serta merangsang ketertarikan seksual. Apabila ovarium berhenti memproduksi esterogen makan dinding vagina dan jumlah sekresi vagina akan ikut menurun.

Pencegahan Vaginitis

  • Tidak memakai celana dalam terlalu ketat atau memakai katun
  • Tidak mengaruk vagina saat terasa gatal,karena akan memperburuk keadaan.
  • Menggunakan alat pengaman saat melakukan hubungan seksual
  • Tidak berganti-ganti pasangan untuk melakukan hubungan seksual
  • Hindari produk yang dapat mengiritasi vagina seperti wangi sabun atau parfum,bedak,lotion,serta mandi gelembung.

Cara Mengatasi Vaginitis

Cara Mengatasi vaginitis secara medis

  • Terapi Penggantian hormon
    Apabila hormon esterogen menurun akibat vaginitis,maka dokter akan memberikan terapai pergantian hormon guna mengembalikan hormon esterogen alami yang ada dalam tubuh
  • Anti Jamur
    Jika vaginitis disebabkan oleh infeksi jamur,maka dokter akan memberikan beberapa pengobatan antijamur seperti fluconazole,clotrimazole,intaconazole,serta miconazole. Sementara itu antijamur berupa intraconazole dan fluconazole tidak di anjurkan bagi ibu menyusui,ibu hamil serta anak dibawah 12 tahun
  • Antibiotik
    Metronodazole adalah salah satu obat pilihan yang digunakan untuk mengatasi kasus vaginitis akibat bakteri. Metronidazole bisa di berikan sebagai dosis tunggal atau bisa diminum 2x sehari dalam seminggu. Penderita yang mengonsumsi obat ini tidak di anjurkan mengonsumsi alkohol karena akan menimbulkan efek samping yang berbahaya.

Cara Mengatasi Vaginitis Secara Alami

  • Banyak mengonsumsi sayuran serta buah yang segar
  • Minumlah air putih 8 gelas sehari
  • Hindari makanan yang mengandung gula berlebih,kopi,lemak jenuh,dan alkohol
  • Konsumsi padi padian secara utuh,hal tersebut juga dapat membatu mengatasi vaginitis
  • Pakai garam asam bor guna untuk mengasamkan pH pada vagina
  • Oleskan yogurt biasa kedalam vagina atau bisa juga dengan mengonsumsinya.
  • Campukan biji flak dan tepung dalam menu makanan
  • Oleskan bawang putih ke area vagina,hal ini di karenakan bawang putih memiliki zat anti bakter dan anti jamur.

Demikian pemaparan kami pada kesempatan kali ini tentang cara mengatasi vaginitis,lengkap berikut gejala dan juga penyebab terjadinya vaginitis. Semoga apa yang kami paparkan bermanfaat serta dapat menjadi cerminan untuk kita selalu menjaga kesehatan daerah kewanitaan agar tidak terkena bakteri yang menimbulkan penyakit.

Tags: