Cara Mengatasi Skizofrenia

Cara Mengatasi Skizofrenia– Selamat bergabung kembali bersama kami di Jamu Walatrasitus penyedia berbagai informasi menarik seputar dunia kesehatan dan penjualan obat herbal secara online terbesar dan terpercaya di Indonesia. Pada kesempatan kali ini kami akan menyajikan informasi mengenai cara mengatasi skizofrenia beserta penyebab dan gejalanya. Berikut kami sajikan informasinya untuk Anda.

Cara Mengatasi Skizofrenia – Penyebab dan Gejalanya

cara mengatasi skizofrenia

Skizofrenia merupakan penyakit mental kronis yang dapat menyebabkan gangguan proses berpekiri bagi penderitanya. Pada umumnya orang yang menderita penyakit ini tidak mampu membedakan mana khayalan dan mana kenyataan. Itulah sebabnya orang Indonesia sering menyebut Skizofrenia dengan sebutan “gila”. Penyakit ini juga dapat menyebabkan penderitanya tidak memiliki kemampuan untuk berpikir, mengingat, atau memahami masalah tertentu.

Adapun jenis skizofrenia yang sangat umum dijumpai di masyarakat adalah skizofrenia paranoid. Gejala yang paling khas dari skizofrenia jenis ini adalah halusinasi dan delusi (waham). Sehingga orang dengan skizofrenia paranoid cenderung akan mendengar suara-suara di dalam pikiran mereka dan melihat sesuatu yang tidak nyata.

Orang dengan skizofrenia paranoid juga sering menunjukan perilaku kacau yang dapat menyebabkan diri mereka tidak dapat mengendalikan perilakuknya. Akibatnya penderita skizofrenia paranoid sering berperilaku tidak pantas seperti sulit untuk mengendalikan emosi, hasrat dan keingingan.

Apa Saja Penyebab Penyakit Skizofrenia

Belum dapat diketahui secara pasti apa penyebab seseorang mengalami penyakit kejiwaan ini. Namun meskipun demikian, para peneliti percaya bahwa ada beberapa hal yang dapat memicu seseorang mengalami penyakit ini. Berikut adalah beberapa hal yang diduga dapat memicu seseorang mengalami skizofrenia, diantaranya:

  • Faktor lingkungan. Seperti terkena infeksi virus dan kekurangan beberapa asupan nutrisi ketika masih dalam kandungan.
  • Senyawa kimia di otak.Para ahli berpendapat bahwa kadar seratonin dan dopamine yang tidak seimbang di dalam otak bisa menyebabkan kondisi skizofrenia.
  • Genetik. Misalkan ada salah satu anggota keluarga Anda yang mengalami kondisi ini, berarti kemungkinan besar Anda akan mengalami hal yang sama.
  • Obat-obatan tertentu. Adanya penyalahgunaan obat-obatan terlarang seperti narkotika.
  • Perbedaan struktur otak.Para peneliti sangat yakin jika penyakit skizofrenia berasal dari adanya gangguan pada struktur saraf otak.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko seseorang mengidapt penyakit skizofrenia, diantaranya:

  • Memiliki ayah yang sudah tua ketika Anda dilahirkan
  • Menggunakan inhibitor atau stimulasi saraf pada usia dini
  • Adanya infeksi virus, keracunan, dan kekurangan gizi saat masih di dalam kandungan khususnya pada usia kandungan 6 bulan pertama.
  • Memiliki riwayat penyakit autoimun
  • Memiliki anggota keluarga yang terkena penyakit ini.

Apa Saja Gejala atau Tanda-tanda Seseorang Mengalami Skizofrenia?

Penyakit skizofrenia pada kebanyakan orang akan muncul secara bertahap, umumnya dapat terjadi pada tahap awal dewasa yang bisanya terjadi diawal usia 20-1n. Tahap awal yang dialami penderita adalah tidak lagi memiliki tujuan hidup, menjadi semakin eksentrik dan tidak termotivasi.

Berikut kami sajikan beberapa tanda-tanda atau gejala yang menunjukan seseorang mengalami skizofrenia, diantaranya:

  • Mengisolasi diri atau menarik diri dari pergaulan sosial
  • Mudah emosi
  • Kurang motivasi
  • Sering mengalami insomnia atau susah tidur
  • Terjadi penurunan dalam penampilan pribadi dan kebersihan
  • Sering tertawa pada waktu yang tidak tepat
  • Adanya ketergantungan pada obat-obatab atau alkohon
  • Berbicara dengan cara yang aneh tidak seperti biasanya
  • Adanya peningkatan paranoia atau mempertanyakan motivasi orang lain
  • Irasional, mengatakan atau meyakini sesuatu yang aneh atau ganjil
  • Ketakutan saat berada di tempat ramai

Gejala yang kami sebutkan diatas umumnya sangat sulit untuk dikenali, karena biasanya terjadi pada remaja. Akibatnya banyak orang ynag mengatakan kalau gejala tersebut merupakan hal yang lumrah terjadi pada fase remaja. Gejala diatas biasanya muncul pada remaja pria yang baru memasuki masa pubertas hingga pertengahan usia 20-an. Sedangkan pada wanita biasanya dimulai pada akhir usia 20-an. Kondisi diatas jarang sekali terjadi pada anak-anak dan lansia diatas 45 tahun.

Cara Mengatasi Skizofrenia

Salah satu cara mengatasi skizofrenia adalah dengan obat-obatan. Obat yang biasa diresepkan dokter untuk pasien skizofrenia merupakan obat antipsikotik, obat ini akan bekerja dengan mempengaruhi neurotransmitter dopamin dan serotonin di dalam otak, sehingga penggunaan obat ini dapat membantu meringankan gejala skizofrenia.

Antipsikotik di kelompokan menjadi 2, yakni antipsikotik generasi pertama dan generasi kedua. antipsikotik generasi kedua umumnya akan diresepkan dokter karena memiliki resiko efek samping yang lebih rendah dari pada antipsikotik generasi pertama. Adapun obat skizofrenia antipsikotik generasi kedua, meliputi:

  • Olanzapine (Zyprexa)
  • Cariprazine (Vraylar)
  • Quetiapine (Seroquel)
  • Risperidone (Risperdal)
  • Ziprasidone (Geodon)
  • Aripiprazole (Abilify)
  • Asenapine (Saphris)
  • Brexpiprazole (Rexulti)
  • Iloperidone (Fanapt)
  • Clozapine (Clozaril)
  • Paliperidone (Invega)
  • Lurasidone (Latuda)

Obat skizofrenia generasi pertama memiliki efek samping yang dapat mempengaruhi saraf (neurologis), seperti kedutan, kejang otot, serta gemetar. Meskipun dokter sering meresepkan obat antipsikotik generasi kedua karena minim efe samping, tetapi obat antipsikotik generasi pertama harganya lebih murah. Adapun obat skizofrenia generasi pertama, meliputi:

  • Haloperidol
  • Perphenazine
  • Chlorpromazine
  • Fluphenazine

Cara Mengatasi Skizofrenia dengan Pengobatan Rumahan

Anda juga dapat melakuakn beberapa cara mengatasi skizofrenia dengan mengubah pola gaya hidup dan melakukan pengobatan rumahan, seperti:

  • Konsumsi obat setiap hari sesuai dengan resep dokter
  • Ikuti aktivitas untuk berpatisipasi diri dalam berbagai program yang dianjurkan
  • Jangan menggunakan obat skizofrenia yang ilegal
  • Hindari alkohol karena dpat menghambat efek obat skizofrenia
  • Segera hubungi dokter jika Anda atau keluarga Anda mendengar suara, merasa paranoid atau memiliki pikiran-pikiran yang aneh
  • Saat halusinasi muncul, cobalah untuk mengabaikan halusinasi itu dengan memfokuskan diri Anda pada hal lain.
  • Jangan menggunakan obat skizofrenia diluar reseo dokter

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan mengenai cara mengatasi skizofrenia beserta penyebab dan gejalanya. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat bagi Anda. Terima Kasih.

Tags: