Cara Mengatasi Sindrom Insensitivitas Androgen

Cara Mengatasi Sindrom Insensitivitas Androgen – Selamat bergabung kembali bersama kami di www.jamuwalatra.com situs penyedia berbagai informasi menarik seputar dunia kesehatan dan penjualan obat herbal secara online terbesar dan terpercaya di Indonesia. Pada kesempatan kali ini kami akan menyajikan informasi mengenai cara mengatasi Sindrom insensitivitas androgen beserta penyebab dan gejalanya. Berikut kami sajikan informasinya untuk Anda.

Cara Mengatasi Sindrom Insensitivitas Androgen – Penyebab dan Gejalanya

cara mengobati Sindrom insensitivitas androgen

Sindrom insensitivitas androgen merupakan suatu kelainan genetika yang terjadi pada bayi laki-laki, kelainan ini dapat menyebabkan bayi laki-laki terlahir dengan kondisi fisik seperti seorang perempuan. Bayi dengan kondisi ini akan memiliki iorgan reproduksi vagina, namun tanpa rahim, indung telurm atau tuba fallopi.Bayi tersebut juga akan memiliki penis yang tidak berkembang sempurna dan kriptorkismus. Penderitanya akan hidup normal, tetapi tidak akan memiliki anak akibat kelainan organ seksual yang dialaminya.

Sindrom insensitivitas androgen ini dibedakan menjadi 2 jenis, yakni:

  • Sindrom insensitivitas androgen parsial (partial androgen insensitivity syndrome/PAIS). Kondisi ini baru dapat diketahui dengan klitoris yang membesar atau penis yang kecil, biasanya akan disertai dengan hipospadia dan ginekomastia. Pada PAIS, Pada kondisi ini testosteron masih memiliki efek terhadap perkembangan seksual, namun tidak begitu sempurna.
  • Sindrom insensitivitas androgen komplit (complete androgen insensitivity syndrome/CAIS). Kondisi ini dapat terdeteksi saat penderita memasuki usia remaja, yang ditandai dengan tidak keluarnya menstruasi pada waktunya, dan juga tidak ditemukan pertumbuhan bulu ketiak ataupun rambut kemaluan. Penderita juga mengalami hambatan dalam pertumbuhan rambut dikepala sehingga akan terlihat seperti pria.

Apa Saja Gejala-gejala Sindrom Insensitivitas Androgen?

Gejala yang muncul pada kondisi ini tergantung dari jenis sindrom yang mereka alami. Berikut adalah beberapa contoh gejala yang muncul pada Sindrom insensitivitas androgen komplit,diantaranya:

  • Tidak adanya pertumbuhan pada bulu ketiak dan bulu kemaluan.
  • Kriptorkismus yang tidak di ketahui kecuali jika anak tersebut menderita hernia dan pembengkakan pada bibir vagina (labia).
  • Memiliki vagina, tetapi tidak memiliki rahim atau tidak mengalami menstruasi dan tidak mengalami pertumbuhan rambut ketiak serta rambut kemaluan saat pubertas.
  • Mengalami pertumbuhan payudara seperti perempuan pada umumnya.

Dan berikut adalah beberapa gejala yang dapat dialami oleh penderita Sindrom insensitivitas androgen parsial (PAIS), diantaranya:

  • Mengalami pertumbuhan payudara seperti wanita pada umumnya
  • Kriptorkismus
  • Memiliki penis yang kecil dengan hipospadia atau memiliki vagina dengan pembesaran klitoris.

Apa Penyebab Sindrom Insensitivitas Androgen?

Penyebab dari kondisi ini diduga karena adanya masalah atau kelainan genetik pada kromosom X. Kelainan tersebut membuat tubuh mengalami kesulitan untuk menunjukan respon terhadap hormon yang mendorong pembentukan perawakan atau penampilan laki-laki.

Kelainan genetik ini terdapat pada salah satu kromosom X yang ibu miliki. Karena pada dasarnya ibu memiliki 2 kromosom X. Kelainan tersebut tidak akan berpengaruh pada perkembanagan seksual sang ibu. Namun sang ibu akan menurunkannya pada anak laki-laki mereka. Berikut adalah beberapa kemungkinan yang mungkin akan terjadi jika seorang ibu memiliki kelainan sel kromoson X, antara lain:

  • Akan melahirkan bayi laki-laki yang normal
  • Melahirkan bayi perempuan yang nantinya akan menjadi pembawa kelainan tersebut
  • Melahirkan bayi yang menderita sindrom insensitivitas androgen
  • Dan melahirkan bayi yang tidak akan membawa kelainan tersebut.

Cara Mengatasi Sindrom Insensitivitas Androgen

Menderita Sindrom insensitivitas androgen bukan merupakan hal yang mudah bagi anak dan juga orang tua mereka. Hal ini karena kelainan genetik yang sudah terjadi tidak dapat diperbaiki. Secara genetik anak tersebut merupakan laki-laki, namun ciri fisik menunjukan wanita begitu juga dengan kelamin dari luarnya. Sehingga penentuan jenis kelaminnya akan menjadi keputusan yang sulit.

Berikut adalah beberapa cara mengatasi Sindrom insensitivitas androgen, diantaranya:

  • Operasi Vagina. Tindakan ini dianjurkan bagi anak permpuan yang setelah mengalami masa puber untuk merekonstruksi bentuk vagina, karena umumnya anak perempuan dengan kondisi ini akan memiliki bentuk vagina yang lebih pendek. Hal ini nantinya akan menyulitkan saat melakukan hubungan seksual. Klitoris yang membesar pada anak perempuan dengan kondisi ini juga dapat dikurangi ukurannya.
  • Operasi Pengangkatan Testis. Tindakan ini akan dilakukan dokter pada anak perempuan yang memiliki testis di dalam perut (kriptorkismus) karena testis yang berada di dalam perut ini dapat berubah menjadi kanker testis. Operasi ini dianjurkan untuk dilakukan setelah masa pubertas, hal ini karena hormon yang dihasilakan testis akan membantu tubuh anak perempuan dengan CAIS tumbuh sesuai dengan bentuk tubuh wanita.
  • Operasi testis dan penis. Tindakan ini akan disarankan dokter untuk anak PAIS laki-laki dengan kriptorlismus dan hipospadia. Adapun operasi yang akan dilakukan yaitu berupa pemindahan testis ke dalam skotum dan memberntuk lubang saluran kemih ke tempat seharusnya (ujung penis). Operasi ini juga dapat dilakukan agar bentuk penis dapat kembali seperti sediakala.

  • Terapi Hormon. Hormon androgen akan diberikan kepada anak laki-laki dengan PAIS untuk memicu perumbuhan karakteristik pria, dan juga agar suara menjadi berat. Wanita dengan CAIS ini akan diberikan hormon estrogen setelah pengangkatan testis dilakukan. Terapi estrogen sendiri memiliki fungsi untuk mencegah gejala osteoporosis dan menopause. Perlu Anda ketahui juga, bahwa anak perempuan yang melakukan terapi ini tidak akan mengalami menstruasi, karena pada dasaranya anak perempuan dengan CAIS tidak memiliki rahim.
  • Operasi Payudara. Operasi ini dilakukan bagi anak laki-laki yang mengalami pertumbuhan payudara saat memasuki usia puber.

Anak dengan AIS biasanya akan mengalami hernia, hal ini karena testis yang gagal turun ke skrotum, sehingga akan mengakibatkan dinding di sekitar perut menjadi lemah. Penyakit hernia yang dialami oleh pasien dengan AIS bida dikoreksi dengan melakukan operasi hernia, sekaligu dapat dilakukan bersamaan dengan pengangkatan testis.

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan mengenai cara mengobati sindrom insensitivitas androgen beserta penyebab dan gejalanya. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat bagi Anda. Terima Kasih

Tags: