Cara Mengatasi Pubertas Dini

Cara Mengatasi Pubertas Dini – Selamat bergabung kembali bersama kami di Jamu Walatra situs penyedia berbagai informasi menarik seputar dunia kesehatan dan penjualan obat herbal secara online terbesar dan terpercaya di Indonesia. Pada kesempatan kali ini kami akan menyajikan informasi mengenai cara mengatasi pubertas dini beserta penyebab dan gejalanya. Berikut kami sajikan informasinya untuk Anda.

Cara Mengatasi Pubertas Dini – Penyebab dan Gejalanya

cara mengatasi pubertas dini

Pubertas dini atau yang biasa sering disebut dengan pubertas prekoks adalah masa pubertas yang muncul dari batas usia mininum seharusnya seseorang, yaitu sebelum usia 8 tahun bagi anak perempuan, dan sebelum usia 9 tahun bagi anak laki-laki.

Kondisi pubertas seseorang dapat dipicu oleh hormon gonadotropin (GnRH) yang dilepaskan otak. Hormon tersebutlah yang akan mendorong testis dan indung telur melepaskan hormon perkembangan seksual testosteron dan estrogen. Hormon-hormon inilah yang nantinya akan menunjukan perubahan bentuk dan fungsi tubuh dalam pubertas.

Dilihat dari keterkaitannya dengan hormon GnRH, pubertas dini dibedalan menjadi 2 yakni :

  • Pubertas dini sentral : pubertas dini yang tergantung pada hormon gonadotropin, kelainan ini terjadi murni karena adanya pelepasan hormon GnRH yang terlalu dini oleh otak.
  • Pseudopubertas dini : Pubertas dini yang tidak tergantung pada hormon gonadotropin, produksi hormon GnRH pada kasus ini normal seperti biasanya, tetapi produksi hormon seks (esterogen dan progesteron) mengalami peningkatan.

Apa Saja Gejala Pubertas Dini?

Gejala yang akan terjadi pada pubertas ini akan sama seperti gejala pubertas pada umumnya. Namun yang membedakannya hanya gejala ini terjadi lebih awal atau sebelum waktunya, yakni perempuan terjadi sebelum usia 8 tahun dan laki-laki terjadi sebelym 9 tahun. Adapun tanda-tanda yang dapat muncul diantaranya:

  • Terjadi pertumbuhan tubuh yang cepat
  • Muncul jerawat
  • Pertumbuhan rambut kemaluan atau rambut ketiak
  • Bau badan seperti orang dewasa

Pada anak laki-laki, terdapat gejala tambahan yang berupa suara menjadi lebih berat, pertumbuhan testis serta kumis, penis, atau skroum yang membesar. Sedangkan untuk anak perempuan gejala umum lainnya yaitu menstruasi pertama dan pertumbuhan payudara yang terjadi sebelum waktunya.

Apa Saja Penyebab Pubertas Dini?

Untuk mengetahui penyebab pubertas dini pada anak, Anda terlebih dahulu harus mengetahui penyebab munculnya pubertas. Berikut adalah beberapa proses atau langkah-langkah yang bisa Anda pahami:

  • Terjadi perubahan fisik. Produksi hormon estrogen dan testosteron yang lebih cepat akan menyebabkan terjadinya perubahan fisik pubertas.
  • Otak muali memproses. Bagian otal yang membuat hormon yang disebut sebagai gonadotropin-releasing hormone (Gn-RH).
  • Kelenjar pituitari yang melepaskan lebih banyak hormon. Hal ini diakibatkan karena Gn-RH yang menyebabkan kelanjar pituitari atau kelenjar yang berbentuk kacang kecil di dasar otak untuk melepaskan hormon lagi. Adapun hormon yang dilepaskan disebut sebagai follicle-stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH).
  • Hormon seks diproduksi lebih cepat. LH dan FSH ini dapat mempengaruhi ovarium untuk memproduksi hormon yang terlibat dalam pertumbuhan dan perkembangan karakteristik seksual perempuan (estrogen) dan testis yang bertanggung jawab dalam pertumbuhan dan perkembangan karakteristik seksual laki-laki (testosterin)

Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami pubertas dini, diantaranya:

  • Berjenis kelamin perempuan.
  • Seseorang yang menjalani radiasi pada sistem saraf pusat.
  • Kelebihan berat badan.
  • Adanya riwayat kelainan genetik dari orang tua maupun saudara kandung.

Cara Mengatasi Pubertas Dini

Salah satu cara mengatasi pubertas dini pada anak adalah dengan lebih memperhatikan gaya hidup dan pola makan anak. Anak yang terbiasa mengkonsumsi Junk Food atau beberapa makanan yang banyak mengandung hormon pertumbuhan seperti pada ayam hasil suntikan, sangatlah beresiko tinggi memicu munculnya pubertas dini.

Selain itu, orang tua juga harus selalu terampil dalam memperhatikan gaya hidup anak. Jangan biarkan anak Anda menonton sinetron yang berbau pacaran, pornografi, erotisme, ataupun film-film dewasa yang diaplikasikan dalam film kartun yang dibumbui dengan kisah percintaan, dan perhatikan juga game-game anak baik offline maupun onlineseperti GTA yang didalamnya mempertontonkan adegan seksual pada anak. Jika anak dibiarkan menonton tayangan-tanyangan tersebut maka hormon seksualnya akan lebih cepat terangsang dan akan memicu terjadinya pubertas dini.

Dan jika anak Anda sudah mengalami pubertas dini, maka salah satu langkah perbaikan yang harus kita lakuakn adalah dengan cara memberikan pendidikan seks terpadu. Yakni dengan mengimbangi informasi yang diterima anak dengan mengajaknya untuk belajar dan meilhat gambar organ-organ tubuh manusia, hewan dan tumbuhan dari buku-buku biologi.

Komplikasi Pubertas Dini

Berikut adalah bebrapa kemungkinan komplikasi pada anak yang mengalami pubertas dini, diantaranya:

  • Anak akan mengalami masalah dalam emosi dan sosial yang dapat muncul karena pubertas dini. Saat anak menyadari sepenuhnya tenat perubahan yang terjadi pada tubuhnya, anak cenderung akan menjadi stress. Selain itu, anak juga beresiko mengalami depresi hingga dapat menyalahgunakan pemakaian barang-barang terlarang.
  • Pada masa pubertas dini, anak akan tumbuh lebih cepat dan tubuhnya akan jauh lebih tinggi dibandingkan anak-anak lain seusianya. Meskipun begitu, pertumbuhan tersebut akan terhenti lebih dini karena pertumbuhan tulang yang lebih cepat. Akibatnya, jika anak sudah berusia dewasa, anak tersebut akan jauh lebih pendek di bandingkan orang-orang dewasa lainya.

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan mengenai cara mengatasi pubertas dini beserta penyebab dan gejalanya. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat bagi Anda. Terima Kasih.

Tags: