Cara Mengatasi Perimenopause Secara Alami – Penyebab dan Gejalanya

Cara Mengatasi Perimenopause – Selamat datang di situs www.jamuwalatra.com merupakan salah satu situs web yang menyajikan informasi seputar dunia kesehatan dan berbagai produk herbal dari bahan alami. Pada kesempatan kali ini admin akan memberikan informasi mengenai penyebab, gejala, dan cara mengatasi perimenopause.

Perimenopause merupakan fase transisi menuju menopause yang dimulai beberapa tahun sebelum masa menopause terjadi. Menopause sendiri merupakan suatu keadaan dimana wanita tidak lagi mengalami menstruasi selama 1 tahun. Masa perimenopause adalah suatu periode di mana wanita mulai mengalami berbagai perubahan di akhir usia produktifnya. Pada umunya setiap wanita akan mengalami menopause dengan usia yang berbeda-beda, umumnya di usia 40 tahuanan. Namun masa perimenopause juga bisa mulai terjadi ketika usia pertengahan 30 tahun.

Pada masa perimenopause, akan terjadi peningkatan dan penurunan hormon estrogen secara tidak teratur. Perubahan kadar esterogen yang tidak teratur saat masa perimenopause ini akan memberikan dampak pada siklus menstruasi seorang wanita. Sehingga terkadang, menstruasi bisa berlangsung lebih panjang dari biasanya dan terkadang juga bisa lebih singkat. Wanita pada masa perimenopause ini juga dapat mengalami gejala-gejala yang menyerupai menopause seperti gangguan tidur, vagina menjadi kering, dan hot flashes.

Cara mengatasi perimenopause

Cara Mengatasi Perimenopause – Penyebab dan Gejalanya

Penyebab dan Resiko Perimenopause

Perubahan-perubahan yang akan dirasakan oleh wanita pada masa perimenopause ini merupakan akibat dari menurunnya kadar hormon estrogen.
Berikut adalah beberapa hal yang menjadi faktor penyebab seorang wanita mengalami perimenopause lebih awal, diantaranya;

  • Mengidap Kanker

Pengobatan dengan cara kemoterapi dan radiasi yang dilakukan dalam pengobatan kanker dapat memperpendek siklus menstruasi dan membuat seorang wanita akan mengalami perimenopause lebih dini.

  • Riwayat Keluarga

Pada umumnya usia menopause seorang wanita tidak akan jauh berbeda dengan ibunya, begitu juga dengan usianya saat mengalami perimenopause.

  • Merokok

Biasanya wanita perokok akan sangat beresiko tinggi lebih awal mengalami perimenopause dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok.

  • Histerektomi

Proses pengangkatan rahim dengan metode ini dapat meningkatkan resiko seseorang dengan cepat mengalami masa perimenopause.

Gejala-gejala Perimenopause

Pada saat wanita mengalami fase perimenopause, maka akan terjadi beberapa perubahan dalam tubuh mereka, beberapa perubahan tersebut merupakan gejala umum pada saat seseorang mengalami perimenopause, gejala tersebut diantaranya;

  • Kondisi menstruasi yang tidak lancar.
  • Banyaknya darah yang keluar pada saat menstruasi.
  • Sering terjadi gangguan tidur.
  • Munculnya gejala pra menstruasi yang berat.
  • Kondisi badan terasa panas.
  • Menurunnya daya ingat.
  • Terjadinya perubahan mood.
  • Menurunnya gairah seksual.
  • Terjadi pengeroposan pada tulang.

Diagnosis Perimenopause

Dokter akan melakukan diagnosis seorang wanita apakah sedang berada dalam masa perimenopause dengan mengacu pada beberapa faktor, dimulai dari gejala ataupun dari beberapa perubahan yang dialami pasien seperti usia serta riwayat menstruasi yang dialami.

Cara Mengatasi Perimenopause

Perimenopause merupakan hal yang normal terjadi pada wanita, dan biasanya masa perimenopause ini akan muncul saat usia kita sudah menginjak 40-50 tahunan. Berikut kami sajikan 2 cara mengatasi perimenopause yaitu secara alami dan secara medis.

Cara Mengatasi Perimenopause Secara Alami

Pada umumnya tanda-tanda atau gejala perimenopause ini hanya bersifat sementara, sehingga dapat ditangani dengan menggunakan cara alami. Berikut cara mengatasi Perimenopause secara alami untuk mengurangi beberapa gejala yang biasa terjadi.

  • Kurangi Mengkonsumsi Makanan Berminyak

Terlalu banyak mengkonsumsi makanan berminyak akan menyebabkan bertambahnya kolestrol di dalam tubuh sehingga dapat menyebabkan resiko terkena penyakit jantung koroner.

  • Banyak Mengkonsumsi Buah dan Sayur

Mengkonsumsi buah dan sayur secara rutin akan memperbanyak asupan serat pada tubuh, sehingga metabolisme dalam tubuh akan berjalan lancar serta semua sel-sel dalam tubuh pun akan menjadi lebih aktif.

  • Rutin Berolahraga

Olahraga akan membantu Anda dalam meningkatkan daya tahan tubuh dan mengaktifkan sel-sel tubuh agar tetap berjalan dengan baik. Dengan olahraga maka sendi-sendi pada tulang akan menjadi lebih lentur dan tidak kaku.

  • Perbanyak Mengkonsumsi kalsium

Cara mengatasi perimenopause yang selanjutnya yaitu dengan memperbanyak mengkonsumsi kalsium. Perimenopause sendiri akan menyebabkan osteoporosis pada wanita, sehingga dengan mengkonsumsi kalsium yang cukup akan memperkuat jaringan tulang yang mudah rapuh. Kandungan kalsium sendiri dapat Anda peroleh dari mengkonsumsi kacang-kacangan dan susu.

  • Konsumsi biji-bijian

Pada umumnya menopause akan menyebabkan seorang wanita beresiko tinggi terkena penyakit jantung. Untuk mengurangi resiko datang nya penyakit jantung maka Anda sangat disarankan untuk mengkonsumsi biji-bijian seperti beras merah dan gandum, karena kandungan gizi yang terdapat dalam beras merah dan gandum dipercaya sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung.

  • Lakukan Relaksasi

Dengan relaksasi akan membantu sel-sel dalam tubuh beregenerasi serta akan membantu menghilangkan rasa tidak nyaman yang muncul saat masa perimenopause. Anda dapat melakukan relaksasi dengan memejamkan mata dan tarik nafas secara perlahan melalui hidung, kemudian tahan sejenak dan lepaskan perlahan. Anda bisa menjadikan relaksasai ini sebagai kegiatan rutin setiap harinya.

Cara Mengatasi Perimenopause Secara Medis

Perimenopause merupakan kondisi alami yang akan terjadi pada setiap wanita, oleh karena itu tidak perlu obat-obatan untuk mengatasinya. Namun ada beberapa obat yang diresepkan dokter untuk mengatasi berbagai gejala perimenopause, diantaranya;

  • Varginal Estrogen

Cara mengatasi perimenopause dengan varginal estrogen yaitu dengan cara memberikan obat yang berbentuk krim atau tablet ke area vagina, hal ini bertujuan untuk mengurangi gejala vagina kering sekaligus mengatasi masalah susah buang air besar.

  • Terapi Hormon

Untuk melakukan terapi hormon ini, Anda dapat berkunjung ke dokter spesialis dan nantinya dokter akan memberikan resep obat hormon estrogen yang berdosis rendah. Penanganan dengan cara ini merupakan penanganan paling efektif untuk meredakan berbagai gejala perimenopause seperti hot flashes dan munculnya keringat malam.

  • Obat Anti Depresan

Penggunaan obat anti depresan dengan dosis rendah dapat mengurangi gejala hot flashes yang diakibat kan oleh perimenopause. Obat ini biasa diberikan kepada mereka yang tidak bisa menjalankan terapi hormon (estrogen) karena adanya alasan kesehatan lainnya.

  • Penggunaan Obat Osteoporosis

Pengeroposan tulang atau osteoporosis biasanya terjadi pada wanita yang sedang memasuki fase perimenopause. Untuk menghindari terjadinya osteoporosis maka Anda bisa berkunjung ke dokter dan meminta resep obat osteoporosis, dengan hal ini maka pengeroposan tulang dapat terhindari.

Demikianlah informasi seputar penyebab, gejala dan cara mengatasi perimenopause. Semoga informasi yang telah admin sampaikan diatas bisa menanbah wawasan dan tentunya bermanfaat bagi Anda.

Tags: