Cara Mengatasi Penyakit Beri-beri

Cara Mengatasi Penyakit Beri-beri– Selamat bergabung kembali bersama kami di www.jamuwalatra.comsitus penyedia berbagai informasi menarik seputar dunia kesehatan dan penjualan obat herbal secara online terbesar dan terpercaya di Indonesia. Pada kesempatan kali ini kami akan menyajikan informasi mengenai cara mengatasi penyakit beri-beri beserta penyebab dan gejalanya. Berikut kami sajikan informasinya untuk Anda.

Cara Mengatasi Penyakit Beri-beri Penyebab dan Gejalanya

cara mengatasi penyakit beri-beri

Penyakit beri-beri merupakan salah satu kondisi yang diakibatkan karena kurangnya vitamin B1 atau tiamin pirofosfat dalam tubuh. Tiamin pirofosfat atau tiamin ini memiliki fungsi sebagai koenzim pembentukan glukosa dan juga digunakan dalam jalur metabolisme lainnya. Vitamin B1 atau tiamin sendiri merupakan nutrisi yang sangat dibutuhkan tubuh untuk mebantu mengubah makanan menjadi sumber energi sekaligus untuk menjaga fungsi jaringan tubuh.

Penyakit ini dapat dibedakan menjadi 2 jenis yakni, beri-beri basah dan beri-beri kering. Beri-beri basah akan mempengaruhi jantung dan sistem sirkulasi darah, sedangkan beri-beri kering yang tidak segera mendapat penanganan dapat menyebabkan terjadi kerusakan saraf dan kelumpuhan otot.

Perlu Anda ketahui jika penyakit beri-beri ini tidak segera ditangani dengan cepat maka akan berakibat sangat fatal. Hal ini dikarenakan gejala beri-beri yang akan berkembang cepat dan lama-lama bisa menyebabkan psikosis, koma, gagal jantung, hingga kematian.

Apa Saja Gejala Penyakit Beri-beri?

Berikut adalah beberapa gejala pada beri-beri kering yang dapat muncul, berupa:

  • Mengalami kesulitan dalam berbicara
  • Kesulitan berjalan
  • Mengalami nyeri dan kehilangan fungsi otot tubuh
  • Terjadi kelumpuhan tungkai bagian bawah
  • Merasakan sensasi geli di titik tertentu
  • Linglung
  • Kehilangan kemampuan rasa atau sensasi di tangan atau kaki
  • Kejang pada mata/Nistagmus atau tremor

Gejala pada beri-beri basah, diantaranya:

  • Terjadi peningkatan pada denyut jantung
  • Pembengkakan di tungkai bagian bawah
  • Kesulitan bernafas saat tidur
  • Nafas menjadi pendek saat melakukan aktivitas

Gejala penyakit beri-beri kering ataupun basahjuga dapat ditemukan pada orang yang kecanduaan alkohol. Karena pada dasarnya, mengkonsumsi alkohol terlalu banyak dapat membuat tubuh sulit menyerap dan menyimpan vitamin B1.

Apa Saja Penyebab Penyakit Beri-beri

Penyebab yang paling utama dari penyakit beri-beri ini yaitu defisiemsi vitamin B1 atau tiamin dalam tubuh. Penyakit ini terbagi menjadi 2 jenis yakni:

  • Beri-beri kering

Kasus beri-beri kering ini umumnya terjadi pada penderita yang mengkonsumsi kalori rendah dan minim olahraga, hal ini dapat menyebabkan sistem saraf seperti gerakan sensorik, motorik, dan refleks terganggu, khususnya pada otot bagian bawah tubuh.

  • Beri beri basah

Penyakit beri-beri basah pada umumnya sering menyerang organ jantung. Intensitas penyakit ini dapat dibagi menjadi 3 tahap yang saling berkaitan, dimulai dari potensi edema, cedera otot jantung, hingga penyakit beri-beri kardiovaskular akut (Shoshin beri-beri).

Risiko seseorang terkena penyakit beri-beri akan semakin meningkat jika sering mengkonsumsi alkohol berlebihan, jarang mengkonsumsi makanan yang kaya akan kandungan vitamin B1 dan kebiasaan mengkonsumsi beras giling (tanoa kulit).

Berikut adalah beberapa faktor lainnya yang dapat memicu seseorang mengalami penyakit beri-beri, diantaranya:

  • Hipotiroidisme
  • Mengidap AIDS
  • Hemodialisis (menjalani cuci darah)
  • Ibu menyusui
  • Kelainan genetik
  • Bayi yang mengkonsumsi susu dengan kadar tiamin yang rendah
  • Konsumsi obat diuretik dalam jangka waktu yang panjang
  • Mual dan muntah berlebih saat hamil

Diagnosis Penyakit Beri-beri

Berikut adalah beberapa pemeriksaan yang umum akan dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosis penyakit beri-beri, yaitu:

  • Pemeriksaan fisik. Seperti pemeriksaan kemampuan bernapas, pembengkakan pada kaki atau tangan, dan memeriksa denyut jantung pasien.
  • Tes Urine.Dilakukan untuk memeriksa kadar tiamin yang dikeluarkan tubuh.
  • Pemeriksaan neurologi. Seperti memeriksa kondisi mata, otak, kemampuan berjalan, refleks dan memeriksa koordinasi tubuh.
  • Tes darah.Bertujuan untuk memeriksa kadar tiamin dalam darah, alpha ketoglutarate, asam piruvat, laktat, dan glikosilat.
  • Pemindaian (MRI, EEG, CT scan, atau ekokardiogram),guna memeriksa kondisi organ dalam tubuh.

Cara Mengatasi Penyakit Beri-beri

Tujuan utama perawatan untuk mengatasi penyakit beri-beri adalah dengan memenuhi asupan kebutuhan vitamin B1 yang kurang dalam tubuh. Biasanya dokter akan meresepkan suplemen tiamin, baik itu dalam bentuk pil atau suntikan, hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan vitamin B1.

Selain itu, terdapat beberapa cara mengatasi penyakit beri-beri salah satunya yaitu dengan memenuhi asupan vitamin B1 lewat makanan yang sehat dan bergizi, seperti:

  • Konsumsi produk olahan susu
  • Gandum utuh
  • Sayur bayam
  • Kacang polong
  • Biji-bijian
  • Daging dan ikan
  • Sereal sarapan yang diperkaya dengan tamin

Semakin cepat penanganan yang dilakukan pada gejala penyakit beri-beri maka semakin bersar pula kemungkinan peluang kesembuhannya.

Komplikasi Penyakit Beri-beri

Berikut adalah beberapa komplikasi yang dapat terjadi jika penyakit beri-beri tidak segera ditangani dengan cepat, seperti:

  • Koma
  • Gagal jantung kongestif
  • Kematian
  • Ganggan psikotik
  • Anafilaktik atau reaksi alergi berat

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan mengenai cara mengatasi penyakit beri-beri beserta penyebab dan gejalanya. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat bagi Anda. Terima Kasih.

Tags: