Cara Mengatasi Keracunan Timbal/Plumbism

Cara Mengatasi Keracunan Timbal / Plumbism, Gejala dan Penyebabnya akan kami bahas pada kesempatan ini. Selamat datang kembali di www.jamuwalatra.com situs yang menyediakan informasi mengenai kesehatan, berbagai penyakit serta cara mengatasinya. Pada kesempatan ini kami akan membahas mengenai Cara Mengatasi Keracunan Timbal / Plumbism. Apa sebenarnya gejala dan penyebab Keracunan Timbal/ Plumbism ? Simak penjelasanya berikut ini.

Keracunan Timbal adalah keracunan yang terjadi ketika timbal masuk kedalam tubuh seseorang. Timbal adalah unsur kimia berbentuk logam yang memiliki kandungan racun yang sangat tinggi. Jika seseorang terpapar timbal dalam waktu yang lama dalam jumlah kecil, maka akan mengalami gangguan kesehatan yang serius terlebih lagi jika tingkat paparan timbal sangat tinggi, maka akan berakibat fatal. Untuk itu, cara mengatasi keracunan timbal / plumbism sangat penting diketahui.

Cara Mengatasi Keracunan Timbal/PlumbismCara Mengatasi Keracunan Timbal / Plumbism

Keracunan timbal terjadi ketika partikel timbal menumpuk didalam tubuh dan penumpukan ini dapat berlangsung selama berbulan bulan hingga bertahun tahun. Timbal yang memasuki tubuh akan menyebar ke organ tubuh seperti otak, ginjal dan hati kemudian endapan tersebut akan disimpan didalam gigi dan tulang. Jika terus menerus berlangsung, endapaan ini akan terakumulasi dan menimbulkan gejala keracunan.

Kelompok individu yang paling rentan keracunan timbal adalah anak yang berusia dibawah 6 tahun, karena pada usia ini anak anak sering memasukan benda ataupun jari tangan kedalam mulut. Racun timbal masuk secara bertahap, akan memengaruhi perkembangan mental dan fisik anak. Selain itu juga berbahaya bagi ibu hamil dan janin karena dapat meningkatkan resiko kelahiran prematur, berat badan rendah, lambatnya pertumbuhan bayi bahkan keguguran. Untuk itu sangat penting mengetahui Cara Mengatasi Keracunan Timbal / Plumbism.

Pengobatan Keracunan Timbal / Plumbism

Untuk mengobati keracunan timbal bagi pasien anak ataupun dewasa dengan kadar timbal yang rendah, pengobatan dilakukan dengan menghindari paparan timbal yaitu lingkungan yang beresiko tinggi terkontaminasi timbal dengan membuang barang sumber kontaminasi. Untuk pasien yang menderita keracunan timbal yang tinggi, pengobatan akan dilakukan dengan beberapa jenis terapi, seperti berikut ini :

  • Mengkonsumsi Karbon Aktif. Dapat membantu mengikat timbal didalam saluran pencernaan untuk dikeluarkan dengan tinja.
  • Terapi kleasi dengan EDTA. Dapat mengikat timbal dalam darah dengan memberi obat acalcium disodium ethylenediaminetetraacetic acid (EDTA). Obat ini diberikan dalam bentuk suntikan ke pembuluh darah.

Gejala Keracunan Timbal Yang Harus Diwaspadai

Umumnya, gejala keracunan timbal tesdeteksi saat kadar timbal yang mengendap sudah cukup tinggi, berikut ini gejala yang dialami oleh anak-anak :

  • Gangguan perkembangan
  • Gangguan kerusakan otak
  • Gangguan saraf
  • Sulit berkonsentrasi
  • Merasa gelisah
  • Perilaku agresif
  • Nafsu makan dan berat badan menurun
  • Mudah merasa lelah dan lesu
  • Anemia
  • Muntah
  • Konstipasi
  • Kejang
  • Kehilangan kemampuan mendengar

Gejala yang dialami oleh dewasa :

  • Hipertensi
  • Nyeri otot dan sendi
  • Mati rasa atau kesemutan di kaki dan tangan
  • Sulit konsentrasi atau mengingat sesuatu
  • Sakit kepala
  • Sulit tidur
  • Nyeri perut
  • Suasana hati tidak terkendali
  • Penurunan atau gangguan produksi sperma

Penyebab Keracunan Timbal

Keracunan timbal memiliki banyak penyebab, umumnya dapat disebabkan karena unsur timbal yang tertelan atau terhirup kedalam tubuh. Potensi utama keracunan timbal berasal dari air yang dikonsumsi melalui keran yang tersambung dengan pipa atau tangki air logam. Kandungan timbal pada kran menyebabkan air terkontaminasi, jika dikonsumsi terus menerus akan menyebabkan terjadinya pengendapan timbal. Selain itu benda benda yang ditemukan di lingkungan manusia seperti cat rumah, baterai, kosmetik, bensin juga mengandung unsur timbal. Timbal juga dapat ditemukan di beberapa tempat atau benda antara lain:

  • Mainan anak-anak
  • Makanan kaleng
  • Tanah
  • Debu
  • Peralatan rumah tangga
  • Keramik

Faktor yang meningkatkan resiko keracunan timbal :

  • Usia. Bayi dan anak kecil lebih rentan terhadap racun timbal
  • Hobi. Hobi membuat perhiasan atau kerajinan tangan dengan menggunakan solder timbal, memiliki resiko tinggi tepapar racun timbal.
  • Tinggal di bangunan tua, yang masih menggunakan jenis cat produksi yang lama dalam komposisinya masih mengandung timbal.
  • Pekerja pertambangan atau pabrik pembuatan senjata api, baterai, pengolahan minyak dan gas serta pertambangan akan memiliki resiko lebih tinggi keracunan timbal.

Pencegahan Keracunan Timbal

  • Jaga kebersihan tangan untuk mencegah masuknya debu atau kotoran yang terlah terkontaminasi melalui mulut.
  • Lepaskan sepatu saat sebelum memasuki rumah untuk mengurangi resiko masuknya tanah yang mengandung timbal kedalam rumah.
  • Membersihkan debu dan kotoran didalam rumah secara rutin.
  • Membersihkan mainan anak secara rutin
  • Mengkonsumsi makanan yang bergizi seperti kalsium, vitamin C dan zat besi dapat menekan penyerapan timbal dalam tubuh khususnya untuj anak.
  • Mengecat rumah tanpa kandungan timbal
  • Berhati-hati ketika menggunakan air keran. Jika anda menggunakan pipa yang mengandung timbal, pastikan anda membiarkan air mengalir selama 1 menit sebelum digunakan.

Kadar timbal didalam tubuh sangat berbahaya 5-10 μg/dL. Jika sudah melebihi 45 μg/dL baik untuk penderita anak anak ataupun dewasa, pengobatan harus segera dilakukan. Lakukan tes penunjang lainnya, seperti pemeriksaan kadar besi dalam darah, foto Rontgen, dan biopsi sumsum tulang.

Itulah penjelasan yang dapat kami sampaikan mengenai cara mengatasi keracunan timbal/plumbism, gejala dan penyebabnya. Semoga artikel yang kami sampaikan dapat bermanfaat untuk anda, silahkan untuk share dan jangan lupa tinggalkan pesan di kolom komentar. Terimakasih telah berkunjung.

Tags: