Cara Mengatasi Kelainan Kongenital

Cara Mengatasi Kelainan Kongenital – Selamat bergabung kembali bersama kami di Jamu Walatra situs penyedia berbagai informasi menarik seputar dunia kesehatan dan penjualan obat herbal secara online terbesar dan terpercaya di Indonesia. Pada kesempatan kali ini kami akan menyajikan informasi mengenai cara mengatasi kelainan kongenital beserta penyebab dan gejalanya. Berikut kami sajikan informasinya untuk Anda.

Cara Mengatasi Kelainan Kongenital – Penyebab dan Gejalanya

Cara Mengatasi Kelainan Kongenital

Kelainan kongenital merupakan kelainan yang terjadi pada anatomi tubuh atau kelainan yang terjadi pada fungsi tubuh pada saat lahir atau sejak masih di dalam kandungan sang bunda. Sebagian besar masyarakat sering menyebut kelainan ini dengan sebutan cacat bawaan.

Pada umumnya kondisi kelainan kongenital ini dapat dideteksi sebelum atau sesudah kelahiran sang bayi. Beberapa jenis kelainan kongenital ini baru bisa terdeteksi setelah kelahiran bayi dengan cara melihat tumbuh kembangnya. Beberapa kasus yang umum terjadi karena kelainan kongenita ini adalah sindrom down, kelainan jantung kongenital, dan kelainan organ saraf kongenital.

Seseorang yang menderita kelainan kongenital ini dapat mengalami disabilitas jangka panjang yang tentunya akan berpengaruh terhadap kehidupan penderitanya. Oleh sebab itu, penderita kelainan kongenital harus selalu mendapat dukungan dari keluarga, masyarakat, dan institusi pelayanan kesehatan.

Apa Saja Penyebab Kelainan Kongenital?

Pada umunya kelainan ini belum dapat diketahui secara pasti apa penyebabnya. Namun ada beberapa hal yang diketahui bisa menjadi faktor resiko terjadinya kelainan kongenital, diantaranya:

  • Infeksi : Akibat adanya infeksi pada ibu saat masa kehamilan seperti infeksi sifilis, rubella, dan toksoplasma.
  • Faktor genetik : Ini bisa terjadi jika ayah atau ibu memiliki gen yang dapat menyebabkan kelainan kongenital, maka resiko menurun kepada anak sangatlah besar.
  • Kekurangan asam folat : Kurangnya asam folat di dalam kandungan bisa menyebabkan selubung saraf janin tidak dapat tertutup dengan sempurna. Kelainan ini biasanya disebut spina bifida.
  • Ibu hamil yang mengkonsumsi alkohol : Pada dasarnya alkohol akan sangat mengganggu perkembangan janin di dalam kandungan sehingga menyebabkan bayi lahir dengan kelainan kongenital.
  • Sosio – ekonomi rendah: Meskipun belum diketahui dengan jelas, namun kelainan kongenital 90%sering dialami oleh masyarakat dengan kondisi ekonomi yang rendah.

Gejala Kelainan Kongenital

Pada umumnya gejala kelainan kongenital ini akan berbeda-beda tergantung dari jenis kelainan kongenital yang dialami pasien. Berikut adalah beberapa kelainan kongenital yang biasa sering terjadi, diantaranya:

  • Trisomi 13

Trisomi 13 atau yang sering disebut dengan sindrom patau ini merupakan kelainan yang terjadi pada kromosom 13. Gejala yang umum timbul akibat dari kelainan ini yaitu kecacatan multipel contohnya kelainan katup jantung, memiliki jari yang lebih banyak dari normal, retardasi mental, dan lain sebagainya

  • Trisomi 21

Kelainan ini sering disebut dengan Sindrom Down yang merupakan bentuk kelainan pada kromosom 21. Kelainan ini ditandai dengan retardasi mental, lidah membersar, kepala dan hidung datar, tumbuh kembang menjadi terhambat, dan memiliki wajah seperti ras mongoloid.

  • Sumbing

Kelainan ini ditandai dengan adanya celah pada bibir, langit-langit mulut atau gusi. Kondisi ini menyebabkan bagian tersebut tidak tertutup rapat.

  • Spina bifida

Spina bifida merupakan suatu kelainan yang ditandai dengan tulang belakang yang tidak menutup dengan rapat sehingga dapat muncul benjolan berisi saraf atau selubung saraf di tulang belakang.

Diagnosis Kelainan Kongenital

Kelainan kongenital belum dapat diketahui secara pasti pada bayi yang baru lahir, hal ini dikarenakan tidak ada gejala yang muncul dengan jelas. Oleh sebab itu, bayi yang baru lahir perlu melakukan skrining.

Proses skrining yang dilakukan berupa pengecekan kadar hormon (seperti hormon tiroid), cek darah secara rutin (leukosit, hemoglobin, dan trombosit), skrining fungsi pendengaran dan fungsi penglihatan. Bila dokter menemukan kelainan tertentu, maka diagnosis akan dilanjutkan dengan pemeriksaan gen dari darah.

Pengobatan Kelainan Kongenital

Pada dasarnya belum ada pengobatan khusus untuk mengobatai kelainan kongenital ini. Namun pengobatan yang dilakukan hanya untuk membantu penderitanya agar dapat bertahan hidup dengan normal.

Operasi merupakan salah satu tindakan yang bisa dilakukan untuk penanganan beberapa jenis kongenital. Selain itu, latihan dan rehabilitasi medik juga dilakukan sebagai salah satu cara mengatasi kelainan kongenital yang bertujuan agar penderita bisa mandiri dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Cara Mengatasi Kelainan Kongenital

Anda dapat mencegah sekaligus mengatasi munculnya kelainan kongenital pada janin dan bayi, berikut kami sajikan beberapa pencegahan atau cara mengatasi kelainan kongenital, sebagai berikut:

  • Cukupi asupan gizi terutama buah-buahan dan sayuranpada wanita muda dan ibu hamil. Hal ini dilakukan agar berat badan tetap ideal.
  • Patikan asupan vitamin dan mineral ibu hamil tercukupi, terutama asam folat.
  • Hidari bepergian ke tempat atau daerah yang terserang wabah penyakit dan infeksi, khususnya untuk ibu menyusui, ibu hamil, dan ibu yang mempunyai anak usia dini.
  • Kontrol kadar gula darah pada ibu hamil secara rutin, terutama bagi ibu hamil yang memiliki resiko diabetes.
  • Hindari berbagai paparan zat yang berbahaya seperti rokok, alkohol, dan peptisida.
  • Melakukan vaksinasi pada wanita usia subur sebelum merencanakan kehamilan, terutama vaksinasi rubella.
  • Lakukan deteksi penyakit infeksi dilingkungan sekitar ibu hamil, khususnya infeksi rubella, sifilis, dan cacar air.

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan mengenai cara mengatasi kelainan Kongenital beserta penyebab dan gejalanya. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat bagi Anda. Terima Kasih.

Tags: