Cara Mengatasi Inkontinensia Tinja

Cara Mengatasi Inkontinensia Tinja-, Selamat bergabung bersama kami di www.jamuwalartra.com yang selalu menyediakan informasi seputar kesehatan, kecantikan dan pengobatan berbagai jenis penyakit. Pada kesempatan ini, kami akan memberikan informasi cara mengatasi inkontinensia tinja. Lalu apakah anda tau apa itu inkontinensia tinja ?

Cara Mengatasi Inkontinensia Tinja, Gejala dan Penyebabnya

Inkontinensia Tinja atau Inkontinensia Alvi adalah suatu kondisi dimana seseorang tidak dapat mengontrol buang air besar. Normalnya, seseorang buang air besar secara lazim, namun pada orang yang mengalami inkontinensia tinja secara tiba-tiba tinja keluar tanoa disadari.

Kondisi ini sangat umum terjadi, namun lebih beresiko pada lansia diatas 65 tahun dan wanita yang menjalani persalinan normal.

Apa penyebab inkontinensia tinja ?

Inkontinensia tinja disebabkan oleh sfingter anus yang rusak. Sfingter anus adalah otot di sekitar anus yang berfungsi untuk menahan atau mengontrol buang air besar. Jika otot-otot ini rusak, maka akan kehilangan kemampuan untuk mengontrol buang air besar.

Adapun beberapa faktor lain yang menyebabkan inkontinensia tinja seperti adanya tindakan pembedahan pada rektum atau anus, rektum turun ke anus (rectal prolapse), rektum menonjol keluar, adanya penyakit seperti konstipasi dan diare, penggunaan obat pencahar dalam jangka panjang atau adanya penyakit lain seperti stroke, dimensia dan alzheimer.

Apa tanda-tanda gejala inkontinensia tinja ?

Gejala inkontinensia tinja muncul ditandai saat penderita merasakan dorongan secara tiba-tiba untuk buang air besar yang sulit dikendalikan. Gejala lain yang mungkin terjadi seperti nyeri dan kram perut, perut kembung, konstipasi, diare, anus terasa gatal, inkontinensia urine.

Jika anda mengalami pendarahan, ini menunjukan bahwa adanya peradangan di dalam usus dan ini merupakan gejala yang serius, sebaiknya segera hubungi dokter anda.

Cara mengatasi inkontinensia tinja

Dalam cara mengatasi inkontinensia tinja, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan memeriksa anus pasien untuk memeriksa kekuatan otot dfingter anus. Beberapa pemeriksaan tersebut meliputi kultur tinja, USG anorektal, MRI, Barium enema, proktografi, Elektromiografi (EMG), Kolonoskopi.

Adapun beberapa metode pengobatan yang dilakukan yaitu menjaga pola makan dengan memperbanyak konsumsi makanan tinggi serat agar tinja lebih padat dan mudah dikendalikan. Terapi dengan obat obatan seperti obat antidiare, pencahar, dan suplemen serat untuk mengatasi konstipasi.

Selain itu, anda juga dapat merubah gaya hidup untuk cara mengatasi inkontinensia tinja dengan melakukan latihan kegel, perubahan diet dengan cara menjaga pola makan, buang air besar sebelum bepergian, menggunakan pakaian dalam tipe 1 atau pad jika anda tidak bisa mengontrol dan menggunakan pil penghilang bau untuk mengurangi bau tidak sedap dari kotoran gas (kentut).

Demikianlah informasi sekilas inkontinensia tinja, gejala dan penyebabnya. Semoga informasi yang kami sampaikan bermanfaat bagi anda. Jangan lupa untuk masukan kritik dan saran pada kolom komentar.

Tags: