Cara Mengatasi Hipospadia Pada Anak dan Dewasa Paling Efektif

Cara Mengatasi Hipospadia-, Selamat berkunjung kembali di situs kami www.jamuwalatra.com yang mana merupakan situs resmi penyedia informasi kesehatan, berbagai penyakit serta cara mengatasinya. Pada kesempatan ini, kami akan memberikan informasi terkait cara mengatasi hipospadia yang dikemas secara lengkap dengan penyebab dan gejalanya. Tahukah anda apa itu hipospadia ?

Pada umumnya kita mengetahui bahwa lubang kencing (uretra) pria normalnya ada pada ujung penis. Namun, apakah anda tahu bahwa lubang kencing (uretra) bisa terletak pada bawah batang penis ? Ya, kondisi inilah yang disebut dengan Hipospadia. Yuk kita ulas, apa itu hipospadia dan bagaimana cara mengatasi hipospadia ?

Bagaimana Cara Mengatasi Hipospadia ?cara mengatasi hipospadia

Hipospadia adalah kondisi bawaan sejak lahir yang terjadi saat lubang kencing (uretra) terletak pada bagian bawah penis. Uretra adalah saluran yang mengalirkan urin keluar dari kantong empedu melalui penis. Pada penderita hipospadia, muara uretra ini terdapat pada batang penis bagian bawah, bahkan lebih parah jika uretra terletak dekat skrotum atau buah zakar.

Penyebab Hipospadia

Faktor yang menyebabkan hipospadia adalah adanya kelainan yang terjadi sejak lahir, yang sama seperti cacat lahir pada umumnya. Pembentukan penis selama bayi berada dalam rahim, hipospadia ini disebabkan karena terhambatnya hormon testosteron atau hormon laki-laki sehingga pertumbuhan penis bayi didalam rahim menjadi terganggu. Adapun beberapa faktor yang dapat memicu hipospadia yaitu faktor keturunan, selain itu adapun faktor lainnya yang dapat berdampak pada perkembangan janin dalam masa kehamilan, seperti pengaruh dari ibu hamil yang sudah berusia diatas 40 tahun, pajanan rokok atau senyawa kimiawi selama kehamilan.

Gejala Hipospadia

Gejala hipospadia yang dirasakan akan berbeda-beda pada setiap penderita tergantung dari tingkat keparahan dan kondisi pada lubang utera. Pada umumnya lubang utera pada pengidap hipospadia terletak pada ujung penis, namun sebagian juga ada yang terletak pada tengah atau pangkal penis. Posisi inilah yang disbutkan dengan hipospadia parah.

Berikut ini gejala-gejala hipospadia pada umumnya, seperti :

  • Kulup terlihat menaungi ujung penis, ini dikarenakan kulup tidak berkemang di bagian bawah penis.
  • Penis yang melengkung ke bawah akibat terjadinya pengencaran jaringan dibawah penis.
  • Percikan tidak normal saat buang air kecil.

Itulah beberapa gejala pada umumnya, segeralah lakukan penanganan untuk cara mengatasi hipospadia ke dokter terutama lokasi lubang uretra yang tidak normal.

Cara Mengatasi Hipospadia

Pada umumnya, hipospadia didiagnosis setelah bayi dilahirkan saat pemeriksaan fisik pada penis. Namun jika hipospadia parah, membutuhkan pemeriksaan yang detail untuk memastikan ada atau tidaknya ketidaknormalan pada penis. Dokter akan menyarankan penderita untuk menjalani tes kromosom dan proses pemindaian area genital.

Cara mengatasi hipospadia paling umum adalah melakukan pembedahan. Dokter akan mmbuat muara uretra baru pada kepala penis. Pembedahan disarankan untuk secepatnya diantara usia 6 – 12 bulan. Dalam prosedur ini, dokter akan memposisikan uretra pada lokasi yang seharusnya. Begitu juga dengan bentuk penis yang melengkung kebawah karena pertumbuhan kulup yang tidak normal.

Cara mengatasi hipospadia ini, dokter bedah akan membutuhkan cangkok jaringan tubuh yang diambil dari kulup atau bagian dalam mulut untuk merekonstruksi saluran urine, jika lubang uretra berada didekat pangkal penis. Hindari proses sunat sebelum prosedur rekonstruksi dilakukan , karena dalam prosedur rekonstruksi, jaringan dari kulup ini akan diperlukan.

Jika hipospadia tidak segera ditangani dengan benar, maka akan menyebabkan adanya komplikasi lainnya seperti gangguan akibat ejakulasi yang tidak normal, pada anak akan kesulitan untuk belajar buang air kecil di kamar kecil , penis melengkung tidak normal saat ereksi, bentuk penis yang tidak normal, dan dapat terjadi gangguan psikologis karena penderita cenderung akan tidak percaya diri karena kondisi alat vitalnya.

Sekian beberapa informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat untuk anda, dan jangan lupa untuk share berita ini ke media sosial anda untuk berbagi informasi dengan yang lainnya. Salam sehat!

Tags: