Cara Mengatasi Gawat Janin

Cara Mengatasi Gawat Janin-, Selamat datang di www.jamuwalatra.com yang mana merupakan situs resmi penyedia informasi kesehatan, kecantikan dan cara mengatasi berbagai penyakit. Pada kesempatan ini kami akan mengulas terkait cara mengatasi gawat janin. Lalu apakah itu gawat janin ? Simak ulasanya berikut ini.

Cara Mengatasi Gawat Janin, Penyebab dan Gejalanya

cara mengatasi gawat janin

Gawat janin (fetal distress) adalah kondisi janin yang tidak menerima cukup oksigen, sehingga mengalami sesak. Kondisi ini dapat terjadi sebelum persalinan atau selama proses persalinan, hal ini tidak bisa disepelekan karena bisa mengancam kesehatan dan nyawa janin dalam kandungan.

Apa penyebab terjadinya gawat janin ?

Gawat janin disebabkan oleh pasokan oksigen yang kurang. Penyebabnya juga bisa terkait pada janin dan kondisi ibu itu sendiri. Beberapa hal diantaranya ;

  • Ukuran bayi lebih kecil dari usia seharusnya yang disebabkan oleh kurangnya asupan oksigen dari plasenta.
  • Bayi melebihi usis kehamilan normal atau sudah berada dalam kandungan lebih dari 42 minggu
  • Bayi memiliki sensitivitas rhesus
  • Janin mengalami iritasi pada paru-paru, infeksi serta menghalangi jalan nafas janin.
  • Adanya masalah tali pusat, infeksi pada rahim
  • Ibu mengalami diabetes, tekanan darah tinggi atau preeklampsia dan anemia.
  • Kehamilan pada usia 35 tahun
  • Mengalami kehamilan atau janin kembar

Apa tada tanda gejala gawat janin ?

Bayi yang kondisinya baik-baik saja memiliki detak jantung yang stabil dan dapat menanggapi rangsangan dengan gerakan yang cepat. Sedangkan, bayi yang mengalami kondisi gawat janin dapat menunjukan tanda-tanda gejala seperti ;

  • Gerakan janin yang menurun menjelang persalinan karena ruang gerak dalam rahim berkurang.
  • Detak jantung yang menurun
  • Warna ketuban menjadi cokelat atau hijau.
  • Pendarahan pada vagina selama kehamilan.
  • Kram perut selama kehamilan.

Penting sekali untuk lebih peka dengan gejala tak biasa selama kehamilan. Jika anda merasakan ada perubahan gerak yang tidak biasa dari janin anda, sebaiknya segera hubungi bidan atau dokter.

Cara mengatasi gawat janin

Pemeriksaan gawat janin akan dilakukan setelah gerakan bayi diketahui terus menurun. Pemeriksaan yang dilakukan seperti ;

  • USG Doppler untuk melihat aliran darah pada janin setelah usia kehamilan mencapai 34 minggu.
  • Pengamatan detak jantung janin dengan menggunakan alat electronic fetal monitoring (EFM) yang dapat menunjukan pola detak jantung janin dan respon detak jantung terhadap gerakan janin, hipoksia janin serta kontraksi rahim ibu.

Setelah itu, dokter akan melakukan penanganan cara mengatasi gawat janin secepatnya dengan resusitasi dalam rahim dan pengupayaan kelahiran, dengan beberapa cara seperti ;

  • Memastikan bahwa ibu mendapat pasokan oksigen yang cukup dengan memberikan masker oksigen pada ibu.
  • Memastikan asupan cairan dengan memberikan cairan lewat infus.
  • Mengubah posisi ibu dengan berbaring ke sisi kiri untuk mengurangi tekanan rahim pada vena besar dalam tubuh.
  • Memberikan larutan dekstosa hipertonik intravena.
  • Terapi tokolisis untuk menghambat persalinan dini dengan menghentikan kontraksi rahim sementara.
  • Atau menambahkan cairan pada rongga amniotik untuk mengurangi tekanan tali pusat (amnioinfusion).

Selain itu, cara mengatasi gawat janin bisa dilakukan dengan mengupayakan kelahiran. Jika janin masih menunjukan tanda-tanda gawat janin, bayi anda harus dilahirkan secepatnya. Kelahiran harus diupayakan paling lama 30 menit jika diketahui adanya kondisi gawat janin. Kelahiran dapat diupayakan melalui vagina dengan bantuan vakum pada kepala bayi. Jika cara ini tidak bisa dilakukan, maka harus dilahirkan melalui operasi caesar.

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan terkait cara mengatasi gawat janin. Semoga informasi yang kami sampaikan bermanfaat bagi anda. Jangan lupa untuk share di media sosial anda untuk membantu membangun website kami. Terimakasih.

Tags: