Cara Mengatasi Fenilketonuria

Cara Mengatasi Fenilketonuria – Selamat bergabung kembali bersama kami di Jamu Walatra yang merupakan situs resmi penyedia berbagai informasi kesehatan menarik dan penjualan produk herbal alami yang aman dan terpercaya di Indonesia. Pada kesempatan kali ini kami akan menyajikan informasi mengenai cara mengatasi fenilketonuria. Tahukah Anda apa itu fenilketonuria? Berikut kami sajikan informasi lengkapnya untuk Anda.

Cara Mengatasi Fenilketonuria

Cara Mengatasi Fenilketonuria – Penyebab dan Gejalanya

Fenilketonuria atau yang dikenal dengan Phenylketonuria (PKU) merupakan kelainan genetik langka yang sudah menetap sejak lahir. Kondisi ini menyebabkan tubuh tidak bisa memecah asam amino fenilalanin, yakni salah satu bahan utama yang digunakan dalam pembentukan protein oleh tubuh.

Akibat dari adanya kelainan genetik ini, fenilalanin tidak akan bisa diproses oleh tubuh, sehingga asam amino tersebut akan menumpuk dalam darah dan otak. Hal ini dapat menimbulkan komplikasi yang sangat serius pada kesehatan tubuh, seperti:

  • Terjadinya gangguan pada saraf, seperti kejang atau tremor
  • Mempunyai bentuk ukuran kepala yang kecil (microcephaly) sehingga akan terlihat tidak wajar
  • Adanya kerusakan permanen pada otak.

Kondisi Fenilketonuria sendiri sangat langka terjadi dan merupakan suatu kelainan turunan, dimana hanya akan menyerang bayi yang baru lahir dengan penyakit ini.

Apa saja tanda-tanda dan gejala Fenilketonuria?

Perlu Anda ketahui jika fenilalanin memiliki peran dalam produksi melanin di dalam tubuh. Melanin merupakan pigmen yang bertanggung jawab pada warna rambut dan kulit seseorang. Sehingga seseorang yang mengalami kelain ini akan memiliki kulit, rambut dan mata yang berwarna lebih ternag dibandingkan sodara kandung yang tidak memiliki kelain ini.

Fenilketonuria pada bayi yang baru lahir biasanya tidak akan menimbulkan gejala apapun. Gejala ini biasanya akan muncul dalam beberapa bulan setelahnya. Adapun tanda-tanda fenilketonuria yang tidak ditangani meliputi:

  • Proses tumbuh kembang akan lambat
  • Kejang-kejang atau epilepsi
  • Tremor
  • Sering muntah
  • Adanya penurunan pada kekuatan tulang
  • Terjadi kelainan pada ukuran kepala, yaitu microcephaly
  • Gangguan pada mental, seperti emosional
  • Mengalami gangguan pada kulit, misalnya eksim atau ruam kulit
  • Bau tak sedap pada napas, kulit, urine, atau rambut

Kami sangat menyarankan Anda melakukan pemeriksaan sedini mungkin agar tidak terjadi berbagai kondisi kesehatan yang lebih serius lainnya.

Penderita fenilketonuria yang sedang hamil juga harus sangat rutin memeriksakan dirinya ke dokter dan menjaga pola makan selama kehamilan. Hal ini dikarenakan kadar fenilketonuria yang tinggi pada darah ibu hamil bisa sangat membahayakan janin yang sedang dikandungnya karena dapat menyebabkan terjadinya keguguran atau kelainan pada bayi saat dilahirkan.

Apa Sebenarnya Penyebab Fenilketonuria?

Fenilketonuria merupakan salah satu penyakit yang muncul akibat mutasi genetik. Mutasi ini mengakibatkan gen fenilalanin hidroksilase tidak bekerja dalam memproduksi enzim pengurai fenilalanin dalam tubuh pasien. Sampai saat ini penyebab dari mutasi genetik sendiri belum dapat diketahui secara pasti.

Pada dasarnya penyakit kelainan ini dapat terjadi pada anak yang kedua orang tuanya sama-sama memiliki kelain genetik ini, sehingga anak akan memiliki resiko 25% kemungkinan untuk menderita penyakit fenilketonuria. Namun jika hanya salah satu orang tuanya yang memiliki kelain ini, maka anak hanya memiliki 50% kemungkinan membawa sifat mutasi genetik fenilketonuria tanpa menderita kelainan genteik tersebut.

Cara Mengatasi Fenilketonuria

Pada umunya penyakit fenilketonuria ini tidak dpat disembuhkan secara total. Namun ada beberapa pengobatan yang bisa Anda lakukan sebagai cara mengatasi fenilketonuria dalam tubuh supaya tidak menyebabkan timbulnya gejala serta komplikasi yang membahayakan.

Adapun langkah utama yang bisa Anda terapkan dalam mengatasi kondisi ini yaitu dengan menerapkan pola makan yang rendah protein. Dan Anda sangat disarankan untuk menghindari berbagai bahan makanan yang kaya akan protein seperti ikan, telur, susu dan berbagai produk olahan lain, daging, serta jenis makanan lain pun harus senantiasa di takar dengan porsi yang pas, termasuk di dalamnya sayur dan buah. Penderita fenilketonuria juga disarankan untuk menghindari makanan yang mengandung pemanis buatan, seperti minuman berkarbonasi dan permen karet, karena jenis makanan ini dapat berubah menjadi fenilalanin di dalam tubuh.

Selain menjaga pola makan, pasien dengan Fenilketonuria juga disarankan untuk mengkonsumsi suplemen yang kaya akan kandungan asam amino. Hal ini bertujuan untuk mencukupi asupan gizi yang dibutuhkan tubuh dalam proses pertumbuhan.

Penderita fenilketonuria juga harus selalu berkonsultasi dengan dokter dan melakukan pemeriksaan darah serta kondisi kesehatan secara rutin untuk mencegah timbulnya komplikasi yang dapat membahayakan tubuh.

Cara Mengatasi Fenilketonuria dengan Pengobatan Rumahan

Berikut adalah beberapa pengobatan rumahan dan gaya hidup yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengatasi Fenilketonuria, diantaranya:

  • Melakukan tes genetis terlebih dahulu sebelum memiliki anak
  • Menerapakan resep rendah protein
  • Memilih berbagai jenis makanan yang rendah protein
  • Mencatatat asupan protein
  • Melakukan edukasi diri, teman dan keluarga tentang kondisi Anda

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan mengenai cara mengatasi fenilketonuria beserta penyebab dan gejala. Semoga informasi diatas bisa menambah wawasan pengetahuan Anda mengenai penyakit langka fenilketonuria dan semoga bermanfaat. Terima Kasih.

Tags: