Cara Mengatasi Dwarfisme

Cara Mengatasi Dwarfisme – Selamat bergabung kembali bersama kami di Jamu Walatra situs penyedia berbagai informasi menarik seputar dunia kesehatan dan penjualan obat herbal secara online terbesar dan terpercaya di Indonesia. Pada kesempatan kali ini kami akan menyajikan informasi mengenai cara mengatasi dwarfisme beserta penyebab dan gejalanya. Berikut kami sajikan informasinya untuk Anda.

Cara Mengatasi Dwarfisme – Penyebab dan Gejalanya

Cara Mengatasi Dwarfisme

Dwarfisme merupakan suatu kondisi kelainan medis atau genetik yang ditandai dengan tinggi tubuh yang pendek. Orang dewasa yang memiliki kelainan ini memiliki tinggi badan sama dengan atau kurang dari 147 cm. Pada umumnya kondisi ini isering dosebut sebagai perawakan tubuh yang pendek dibandingkan dengan dwarfisme, hal ini dikarenakan sebutan “Dwarfisme” dianggap mendiskriminasi kondisi penderita.

Secara umum, kondisi medis tertentu dapat menyebabkan dwarfisme. Penyebabnya pun dibagi menjadi 2 kategori, yaitu:

  • Dwarfisme disproporsional, merupakan jenis dwarfisme yang semua anggota tubuh memiliki ukuran yang sama kecil dan proporsional dengan tinggi tubuh penderita dwarfisme sehinga postur tumbuh penderita tampak seperti tubuh normal umumnya. Kondisi ini tidak dapat terlihat pada saat lahir dan biasanya gejala akan muncul di masa kanak-kanak yang kemudian akan membatasi keseluruhan proses tumbuh kembang anak.

Kondisi ini pada umumnya terjadi karena berkurangnya produksi hormon pertumbuhan oleh kelenjar pituitari, atau kelenjar dibawah otak. Sehingga menyebabkan tubuh tidak dapat memenuhi asupan pertumbuhan yang normal.

  • Dwarfisme disproporsional, yaitu kondisi tubuh penderita memiliki ukuran yang sama kecil dan proporsional dengan tinggi tubuh, namun anggota tubuh lainnya memiliki ukuran normal atau bahkan lebih besar dari ukuran rata-rata. Kondisi dwarfisme jenis ini dapat terjadi karena kondisi medis tetentu yang dapat menghambat perkembangan tulang pada penderita.

Penyebab Dwarfisme

Berikut adalah beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan dwarfisme, seperti:

  • Sindrom Turner. Sindrom ini hanya dapat dialami oleh wanita yang kehilangan satu atau sebagian dari kromosom selsual atau kromosom X.
  • Penyakit mucopolysaccharide
  • Sindrom Down
  • Sindrom Ellis-van Creveld
  • Pseudoachondroplasia
  • Sindrom Conradi
  • Diastrophic dysplasia
  • Sindrom Noonan
  • Multiple epiphyseal dysplasia
  • Sindrom Prader-Willi
  • Perawatan yang menggunakan steroid, misalnya penyakit asma.
  • Penyakit jangka panjang yang berdampak kepada paru-paru, jantung, atau ginjal

Gejala Dwarfisme

Pada umumnya gejala dwarfisme ini sangat beragam tergantung dari kategorinya, namun perawakan tubuh yang pendek merupakan gejala yang paling sering terjadi.

Berikut adalah beberapa gejala dwarfisme berdasarkan kategorinya:

  • Dwarfisme Proposional

Kondisi ini akan mempengaruhi keselirihan pertumbuhan pada tubuh, sehingga akan sangat berpengaruh pada buruknya perkembangan tubuh lainnya. Penderita dwarfisme kategori ini biasanya memiliki tubuh, kepala, dan badan yang kecil, namun ukurannya proporsional satu sama lain. Adapun gejala lain yang umum terjadi, yaitu:

  • Memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih lambat untuk usianya.
  • Mengalami ketertundaan perkembangan seksual atau mungkin tidak ada perkembangan seksual pada masa remajanya.
  • Memiliki tinggi dibawah persentil ketiga berdasarkan grafik standar pertumbuhan anak.

Gejala lainnya yang mungkin muncul biasanya akan berkaitan dengan penyakit yang mendasari perkembangannya, misalnya penderita sindrom Prader-Willi cenderung akan memiliki selera makan yang terus menerus

  • Dwarfisme Disproporsional

Gejala pada dwarfisme jenis ini biasanya akan segera terlihat sejak lahir atau diawal masa kanak-kanak. Meskipun demikian, sebagaian besar penderita dwarfisme jenis ini tetap memiliki kapasitas intelektual yang normal. Meskipun ada juga penderita dwarfisme disproposional yang memiliki tubuh normal dengan tungkai yang sangat pendek atau tubuh yang sangat pendek dengan tungkai yang lebih pendek dan lebar. Bagian kepala biasanya akan lebih besar dibandingkan dengan tubuh.

Diagnosis Dwarfisme

Diagnosis dwarfisme dapat ditentukan dari wawancara medis, pemeriksaan fisik langsung dan beberapa pemeriksaan penunjang tertentu bila dibutuhkan. Dan berikut adalah beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan, diantaranya:

  • Pengukuran. Salah satu pemeriksaan yang rutin dilakuakan dalam pemeriksaan fisik anak adalah tinggi badan, berta badan, dan lingkar kepala.
  • Penampakan. Pemeriksaan penampakan wajah dan tulang rangka juga dilakukan untuk mendeteksi penyakit tertentu penyebab dwarfisme.
  • Teknologi pencitraan. Dokter akan menganjurkan pasien melakukan pemeriksaan pencitraan, seperti foto rontgen. Hal ini dikarenakan beberapa kelainan tulang dapat menunjukan kemungkinan penyakit yang dialami oleh pasien.
  • Pemeriksaan genetik. Metode inidilakuakn untuk mengetahui kondisi genetik tertentu yang menyebabkan dwarfisme.
  • Pemeriksaan hormon. Biasanya dokter akan menganjurkan pasien melakukan pemeriksaan hormon lainnya yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan.

Cara Mengatasi Dwarfisme

Pengobatan untuk mengatasi dwarfisme bisa dilakukan dengan melibatkan beberapa dokter spesialis, sesuai dengan kondisi dwarfisme yang dialami pasien. Namun kebanyakan perawatan untuk mengatasi dwarfisme tidak sepenuhnya bisa memperbaiki kembali postur tubuh. Perawatan dilakukan hanya untuk mengurangi gangguan yang muncul akibat dari komplikasi yang terjadi dari kondisi ini. Berikut adalah beberapa cara mengatasi dwarfisme, diantaranya:

  • Terapi hormon. Terapi ini dilakukan dengan menyuntikan hormon sintetis pada pasien penderita dwarfisme yang bertujuan untuk membantu meningkatkan hormon pertumbuhan. Suntik hormon ini dapat dilakuakan hingga beberapa kali selama masa remaja, setidaknya hingga tinggi badan bisa maksimun dari tinggi rata-rata dikeluarga pasien tercapai.
  • Prosedur operasi. Prosedu dilakukan untuk memperbaiki arah tumbuh tulang, memperbaiki bentuk tulang belakang agar kembali stabil, dan memperbesar pembukaan ditulang belakang yang bertujuan untuk mengurangi tekanan saraf tulang belakang. Operasi juga dapat dilakukan untuk membuang kelebihan cairan di otak pada kondisi hidrosefalus.
  • Pemanjangan anggota tubuh.Prosedur ini sebenarnya memiliki resiko bagi pasien yang melakukannya dan masih kontroversial di masyarakat. Adapun resiko yang terjadi akan mempengaruhi kondisi kesehatan fisik dan mental akibat banyaknya prosedur operasi yang harus dialalui. Itulah sebabnya penderita dwarfisme harus cukup umur untuk berpastisipasi dalam mengambil keputusan untuk melakukan prosedur ini.

Cara Mengatasi Dwarfisme dengan Perawatan Rumahan

Selain dengan prosedur perawatan medis, Anda juga dapat melakukan perawatan rumahan untuk mengatasi dwarfisme, berikut adalah beberapa cara mengatasi dwarfisme dengan perawatan rumahan:

  • Jaga postur tubuh anak dengan menyediakan bantal untuk punggung di bagian bawah dan bangkul kaki untuk anak duduk
  • Selalu perhatikan tanda-tanda komplikasi pada anak, seperti infeksi telinga dan apnea tidur
  • Lakukan diet makanan sehat dan seimbang sejak dini untuk menghindari masalah berat badan
  • Berikan dukungan yang memadai untuk menjaga kepala dan leher anak ketika ia sedang duduk
  • Hindari menggendong anak dengan menggunakan ayunan, gendngan kain atau berbagai gendongan di ounggung lainnya yang tidak menyongkong leher serta membuat punggung melengkung seperti huruf “C”

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan mengenai cara mengatasi dwarfisme beserta penyebab dan gejala. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat bagi Anda. Terima Kasih.

Tags: