Cara Menangani Koma

Cara menangani koma – Selamat datang dan selamat berkunjung di website resmi kami www.jamuwalatra.comyang mana merupakan situs resmi yang selalu memberikan informasi mengenai kesehatan. Pada kesempatan kali ini, terlebih dahulu kami akan menginformasikan sekaligus menjelaskan mengenai tentang Cara menangani koma. Untuk mengetahui lebih lanjut, mari kita simak penjelasan berikut ini.

Cara Menangani Koma

Cara menangani koma – Koma adalah situasi darurat medis saat seseorang menderita keadaan tidak sadar dalam jangka waktu tertentu, ketidaksadaran ini di sebabkan karena menurunnya aktivitas di dalam otak yang di picu oleh beberapa kondisi seperti keracunan alkohol, infeksi otak (ensefalitis) dan cedera otak parah. Se lain tidak menyadari keadaan sekitar, orang yang menderita koma umumnya tidak dapat merespon suara atau rasa sakit. Refleks dasar tubuh seperti batuk dan menelan, pada pasien koma pun akan sangat berkurang. Sebagian besar pasien mampu bernapas spontan, akan tetapi bebera di antaranya membutuhkan alat bantu pernapasan. Tingkat kesadaran penderita koma tergantung dari seberapa besar bagian otak yang masih berfungsi dan keadaan ini biasanya berubah dengan seiring waktu, ketika berangsur sadar penderita akan mulai merasakan sakit mulai, mulai menyadari keadaan di sekitar dan akhirnya dapat berkomunikasi. Peluang sembuh dari koma sangat tergantung dari penyebab koma, akan tetapi orang yang koma selama hitungan bulan sampai tahun mempunyai peluang yang sangat kecil untuk bertahan hidup.

Penyebab Koma

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan koma, di antaranya adalah sebagai berikut ini :

  • Cedera berat di kepala
  • Diabetes
  • Infeksi pada otak misalnya meningitis dan ensefalitis
  • Kegagalan organ hati (koma hepatikum)
  • Kejang
  • Kekurangan oksigen
  • Keracunan misalnya akibat dari karbondioksida
  • Overdosis alkohol
  • Stroke
  • Tumor pada otak.

Diagnosis Koma

Cara menangani koma – Pemeriksaan fisik akan di lakukan oleh dokter sebagai langkah awal mendiagnosis koma, misalnya :

  • Memeriksa pola napas penderita
  • Memeriksa ukuran pupil mata
  • Memeriksa reaksi penderita terhadap rasa sakit
  • Memeriksa adanya tanda cedera pada kepala
  • Memeriksa refleks dan gerakkan misalnya gerakkan pada mata atau suara yang mungkin di keluarkan oleh penderita.

Sebelum pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab dari koma, dokter biasanya akan meminta keterangan pada keluarga, teman atau orang terdekat dari orang yang menderita koma dan mengetahui kondisi sebelum mengalami koma. Ada beberapa hal yang akan di tanyakan oleh dokter, di antaranya adalah sebagai berikut ini :

  • Gejala sebelum penderita mengalami koma misalnya sakit kepala, muntah-muntah atau kejang
  • Penggunaan obat-obatan sebelum koma
  • Perilaku penderita sebelum mengalami koma
  • Riwayat kesehatan pasien misalnya apakah dia pernah mengidap stroke
  • Tanda kehilangan kesadaran yang terlihat dan bagaimana penderita kehilangan kesadaran misalnya apakah secara perlahan atau secara tiba-tiba.

Untuk lebih memastikannya lagi, penyebab dari koma sekaligus membantu dokter menemukan pengobatan yang tepat dan pemeriksaan yang lebih detail lagi mungkin di perlukan seperti :

  • Elektroensefalografi atau EEG

Pemeriksaan yang di lakukan dengan cara mengukur aktivitas elektrik dalam otak ini, bertujuan untuk mengetahui apakah koma di picu oleh kejang.

  • MRI dan CT

Melalui pemindaian ini, gambaran kondisi otak bisa di lihat secara jelas oleh dokter baik struktur otak dan batang otak. Di sini dokter bisa melihat apakah koma di sebabkan oleh tumor, stroke maupun perdarahan di dalam otak. Pemindaian MRI menggunakan gelombang kuat radio dan magnet, sedangkan CT Sca menggunakan radiasi gelombang elektromagnetik.

  • Pemeriksaan darah

Kadar hormon tiroid, glukosa ataupun elektrolit pasien akan di periksa. Dengan tujuan untuk mengetahui adanya pemicu koma misalnya overdosis alkohol atau obat-obatan, keracunan karbondioksida dan gangguan organ hati.

  • Fungsi lumbal

Dengan tujuan pemeriksaan ini yakni untuk mengetahui adanya infeksi pada sistem saraf.

Pengobatan Koma

Cara menangani koma – Pengobatan koma tergantung dari penyebab koma, misalnya dokter akan memberikan obat pengendali kejang jika koma di sebabkan oleh kejang. Dokter juga akan memberikan anti-biotik jika koma terjadi akibat infeksi pada otak, dan glukosa juga bisa di berikan untuk mengatasi syok diabetikum. Selain pengobatan tersebut, operasi juga bisa di lakukan untuk mengurangi pembengkakan di otak. Jika di butuhkan, alat pendukung seperti alat bantu napas atau transfusi darah akan di pasangkan pada penderita koma. Jadi kesimpulannya, pengobatan koma dapat di lakukan secara tepat jika hasil diagnosis yang di dapati juga akurat. Peluang sadar penderita sangat tergantung pada hasil pengobatan dan lamanya dalam jangka waktu koma.

Sebagai contoh, koma yang di sebabkan oleh cedera di kepala dan overdosis obat-obatan mempunyai peluang sembuh yang lebih tinggi di bandingkan dengan koma akibat kekurangan oksigen. Akan tetapi, jika cedera kepala yang di alami penderita cukup parah sampai merusak otak bukan tidak mungkin penderita akan sulit untuk sadar atau mengalami cacat saat dia sadar. Kapan waktu seseorang untuk tersadar dari koma tidak bisa di prediksi oleh dokter melainkan makin lama koma berlangsung, maka peluang sadar untuk penderita umumnya akan semakin tipis terlebih lagi jika koma berlangsung lebih dari 1 jam.

Sekian penjelasan yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini mengenai tentang Cara menangani koma dan terima kasih yang telah berkunjung ke situs resmi kami, semoga bermanfaat dan semoga membantu penyembuhan dalam penyakit yang di alaminya khususnya untuk penyakit koma.

Tags: